Perkuat Tata Kelola Pendidikan Berbasis Data, Disdik Banjar Latih Operator Dapodik SMP

BANJARBARU, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar melalui Bidang Pembinaan SMP menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Operator Dapodik Jenjang SMP Kabupaten Banjar Tahun 2026 di BGTK Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (25/5/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga 26 Mei 2026 tersebut diikuti sebanyak 100 peserta yang terdiri dari 77 operator sekolah, 17 kepala SMP, dan 6 pengawas SMP.

Pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga ditunjang tata kelola pendidikan yang baik dan berbasis data akurat.

“Pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga didukung oleh tata kelola pendidikan yang baik, terencana, dan berbasis data yang akurat,” ujar Liana Penny.

Ia menjelaskan, Data Pokok Pendidikan (Dapodik) saat ini menjadi sumber data utama pemerintah pusat maupun daerah dalam berbagai kebijakan pendidikan, mulai dari perencanaan program, penyaluran bantuan operasional, pengelolaan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, asesmen, hingga program strategis lainnya.

Menurutnya, operator Dapodik memiliki peran penting dan strategis dalam menjaga kualitas serta validitas informasi pendidikan. “Operator sekolah bukan sekadar pelaksana administrasi data, tetapi menjadi bagian utama dalam menjaga kualitas dan validitas informasi pendidikan. Ketepatan data yang diinput akan sangat berpengaruh terhadap kebijakan pendidikan yang dihasilkan,” katanya.

Liana Penny juga menyampaikan bahwa pengelolaan aplikasi Dapodik terus mengalami perkembangan dan pembaruan sistem, sehingga operator sekolah dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi dan memahami regulasi terbaru. Ia menambahkan, masih terdapat sejumlah kendala di lapangan seperti ketidaksesuaian data peserta didik, keterlambatan sinkronisasi, hingga pengelolaan data GTK yang belum optimal.

“Operator Dapodik bukan sekadar ‘input data’, tetapi bagian penting dari tata kelola sekolah modern. Ketelitian, disiplin, dan pemahaman administrasi pendidikan sangat dibutuhkan dalam peran ini,” tambahnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BPMP Provinsi Kalimantan Selatan, BGTK Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banjar, serta operator Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar. Pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan operator sekolah dalam pengoperasian aplikasi Dapodik, meningkatkan kualitas dan validitas data pendidikan, memberikan pemahaman regulasi terbaru, serta meminimalisir kesalahan data pada satuan pendidikan jenjang SMP di Kabupaten Banjar.


Komentar