Kembangkan Kreativitas dan Cinta Budaya, SMP Hidayatullah Martapura Gelar Korikuler Sasirangan Celup

MARTAPURA, InfoPublik – Dalam rangka meningkatkan kreativitas sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya daerah, SMP Hidayatullah Martapura menggelar kegiatan kokurikuler bertajuk “Sasirangan Celup” pada Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam melestarikan budaya khas Banjar di kalangan generasi muda.

Kegiatan diikuti oleh peserta didik dari kelas VII, VIII, dan IX yang dibagi ke dalam delapan kelompok. Setiap kelompok mendapatkan pendampingan langsung dari guru selama proses berlangsung. Suasana penuh semangat dan keceriaan tampak dari antusiasme siswa dalam mengekspresikan kreativitas mereka melalui pembuatan kain sasirangan.

Selain sebagai sarana pengembangan kreativitas, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal. Para siswa diajak memahami bahwa sasirangan merupakan salah satu identitas budaya yang perlu dijaga keberadaannya, sekaligus melatih kerja sama dan solidaritas antaranggota kelompok.

Dalam pelaksanaannya, setiap kelompok diberikan alat dan bahan sederhana seperti botol plastik, baskom, pewarna kain, garam, kain, serta karet gelang. Peserta didik kemudian diarahkan untuk membuat larutan pewarna, melipat dan mengikat kain sesuai kreasi, hingga proses pewarnaan dengan teknik celup sederhana. Hasil karya selanjutnya disimpan dalam plastik untuk mendapatkan hasil warna yang lebih optimal.

Wakil Kepala Sekolah SMP Hidayatullah Martapura, Siti Aisyah Ma’rifah menyampaikan apresiasi terhadap partisipasi aktif para siswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga memperkuat pemahaman siswa terhadap nilai budaya lokal.

“Kegiatan ini ditujukan untuk meninjau bagaimana para siswa dan siswi mengekspresikan karya mereka melalui media sasirangan. Kami berharap siswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap seni dan budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan aksi bersih-bersih lingkungan sekolah serta pengumpulan hasil karya masing-masing kelompok untuk dinilai oleh guru pendamping. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik semakin kreatif, memiliki rasa kebersamaan yang kuat, serta turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian budaya daerah Kalimantan Selatan.


Komentar