Kasus TBC Masih Tinggi, Dinkes Banjar Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
BANJARBARU, InfoPublik - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar terus mendorong penguatan penanganan tuberkulosis (TBC) melalui kolaborasi lintas sektor, seiring masih tingginya kasus penyakit menular tersebut di tingkat nasional maupun daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Noripansyah, menegaskan bahwa penanganan TBC tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor dalam rangka Hari Tuberkulosis Sedunia tingkat Kabupaten Banjar yang dibuka Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, di Hotel Roditha Banjarbaru, Kamis (16/4/2026) pagi.
Menurut Noripansyah, berdasarkan data hingga Maret 2026, di Kabupaten Banjar tercatat sebanyak 237 kasus TBC atau sekitar 25,23 persen yang telah ternotifikasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa TBC masih menjadi tantangan serius di daerah.
“Penanganan TBC membutuhkan perhatian khusus dan langkah yang komprehensif. Tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi perlu dukungan dari pemerintah desa, kecamatan, hingga masyarakat luas,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa peringatan Hari TBC Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran sekaligus memperkuat sinergi antar sektor dalam upaya eliminasi TBC.
“Kegiatan koordinasi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat kolaborasi, serta merumuskan langkah strategis dalam penanganan TBC di Kabupaten Banjar,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, dalam sambutannya turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan dan penanggulangan TBC.
Pertemuan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan dan dihadiri unsur pemerintah desa, kecamatan, serta sejumlah kepala puskesmas di Kabupaten Banjar.
