Wujudkan Lansia SMART, Dinsos P3AP2KB Banjar Bentuk Sekolah Lansia Ke-3 di Desa Melayu Tengah

MARTAPURA TIMUR, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Sosial P3AP2KB secara resmi membentuk Sekolah Lansia yang bertempat di Desa Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur, Kamis (16/4/2026).

 

Sekolah Lansia di Desa Melayu Tengah ini merupakan sekolah ketiga yang berhasil dibentuk di Kabupaten Banjar sepanjang tahun 2026, menyusul kesuksesan program serupa yang sebelumnya telah berjalan di Kecamatan Martapura dan Martapura Barat.

 

Sebanyak 20 orang lansia antusias mengikuti kegiatan tersebut sebagai siswa dalam angkatan pertama ini. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang KB, Hj. Salinah, didampingi Kasi Bina Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga, Sukini, beserta jajaran, Penyuluh KB Kecamatan Martapura Timur, serta para Kader Lansia setempat.

 

Tidak sekadar seremoni, hari pertama sekolah langsung diisi dengan pembekalan materi esensial bagi para peserta:

1.Menu Makan Bergizi bagi Lansia Disampaikan oleh Kabid KB, Hj. Salinah, materi ini menekankan pentingnya asupan nutrisi yang seimbang untuk menjaga imunitas di usia senja. Beliau memaparkan contoh porsi makan yang rendah gula dan garam namun kaya serat serta protein.

 

2.Memahami Proses Penuaan Disampaikan oleh Kasi Bina Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga, Sukini. Materi ini menitikberatkan pada aspek psikologis dan fisik agar para lansia dapat menerima proses penuaan dengan bahagia, mandiri, dan tetap produktif.

 

Pembakal Desa Melayu Tengah, Ahmad Jailani menyampaikan sangat bangga Desa Melayu Tengah terpilih menjadi lokasi Sekolah Lansia ketiga di Kabupaten Banjar.

 

”Kami berharap melalui wadah ini, orang-orang tua kami di desa tidak hanya sekadar duduk diam di rumah, tapi tetap aktif, sehat, dan bisa bersosialisasi dengan ilmu yang bermanfaat,"ungkapnya saat membuka Sekolah Lansia yang diberi nama Melati Putih.

 

Sementara itu, Hj. Salinah selaku Kabid KB menyampaikan "Tujuan kita adalah menciptakan Lansia yang Tangguh dan SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat). Dengan adanya sekolah ini, kita memberikan ruang bagi mereka untuk terus belajar meski di usia senja.

 

Salah Satu Peserta, Syarwani (63) yang terpilih menjadi ketua kelas di sekolah lansia melati putih mengungkapkan ”awalnya saya kira sekolah ini bakal membosankan, ternyata sangat seru! Tadi diajak bermain games tentang perbedaan gambar untuk melatih otak, yang membuat kita bisa fokus dan berfikir supaya otak tidak menganggur dan kaku,” ucapnya sambil tertawa.

 

Dengan terbentuknya Sekolah Lansia di Martapura Timur, diharapkan pola pembinaan ketahanan keluarga dapat menyentuh seluruh lapisan usia. Program ini direncanakan akan terus berlanjut dengan kurikulum yang santai namun edukatif, guna memastikan para lansia di Kabupaten Banjar mendapatkan haknya untuk hidup sejahtera dan bahagia. (Agusto/Adam Khalid)


Komentar