Wujudkan Lansia SMART, Dinsos P3AP2KB Banjar Bentuk Sekolah Lansia Ke-3 di Desa Melayu Tengah
- DINAS SOSIAL, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA,
- dinsosppkb
- 13
MARTAPURA
TIMUR, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Sosial P3AP2KB
secara resmi membentuk Sekolah Lansia yang bertempat di Desa Melayu
Tengah, Kecamatan Martapura Timur, Kamis (16/4/2026).
Sekolah
Lansia di Desa Melayu Tengah ini merupakan sekolah ketiga yang berhasil
dibentuk di Kabupaten Banjar sepanjang tahun 2026, menyusul kesuksesan program
serupa yang sebelumnya telah berjalan di Kecamatan Martapura dan Martapura
Barat.
Sebanyak 20 orang
lansia antusias mengikuti kegiatan tersebut sebagai siswa dalam angkatan
pertama ini. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang KB, Hj. Salinah,
didampingi Kasi Bina Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga, Sukini, beserta
jajaran, Penyuluh KB Kecamatan Martapura Timur, serta para Kader Lansia
setempat.
Tidak sekadar
seremoni, hari pertama sekolah langsung diisi dengan pembekalan materi esensial
bagi para peserta:
1.Menu Makan
Bergizi bagi Lansia Disampaikan oleh Kabid KB, Hj. Salinah, materi ini
menekankan pentingnya asupan nutrisi yang seimbang untuk menjaga imunitas di
usia senja. Beliau
memaparkan contoh porsi makan yang rendah gula dan garam namun kaya serat serta
protein.
2.Memahami Proses
Penuaan Disampaikan oleh Kasi Bina Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga,
Sukini. Materi ini menitikberatkan pada aspek psikologis dan fisik agar para
lansia dapat menerima proses penuaan dengan bahagia, mandiri, dan tetap
produktif.
Pembakal Desa
Melayu Tengah, Ahmad Jailani menyampaikan sangat bangga Desa Melayu Tengah
terpilih menjadi lokasi Sekolah Lansia ketiga di Kabupaten Banjar.
”Kami berharap
melalui wadah ini, orang-orang tua kami di desa tidak hanya sekadar duduk diam
di rumah, tapi tetap aktif, sehat, dan bisa bersosialisasi dengan ilmu yang
bermanfaat,"ungkapnya saat membuka Sekolah Lansia yang diberi nama Melati
Putih.
Sementara itu,
Hj. Salinah selaku Kabid KB menyampaikan "Tujuan kita adalah menciptakan
Lansia yang Tangguh dan SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan
Bermartabat). Dengan adanya sekolah ini, kita memberikan ruang bagi mereka
untuk terus belajar meski di usia senja.
Salah Satu
Peserta, Syarwani (63) yang terpilih menjadi ketua kelas di sekolah lansia
melati putih mengungkapkan ”awalnya saya kira sekolah ini bakal membosankan,
ternyata sangat seru! Tadi diajak bermain games tentang perbedaan gambar untuk
melatih otak, yang membuat kita bisa fokus dan berfikir supaya otak tidak
menganggur dan kaku,” ucapnya sambil tertawa.
Dengan terbentuknya Sekolah Lansia di Martapura Timur, diharapkan pola pembinaan ketahanan keluarga dapat menyentuh seluruh lapisan usia. Program ini direncanakan akan terus berlanjut dengan kurikulum yang santai namun edukatif, guna memastikan para lansia di Kabupaten Banjar mendapatkan haknya untuk hidup sejahtera dan bahagia. (Agusto/Adam Khalid)
