Camat Aluh Aluh Hadiri Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia

BANJARKAB, InfoPublik - Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia Tahun 2026 sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung target eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030, Camat Aluh Aluh Aditya Yudi Dharma menghadiri kegiatan Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor dalam Rangka Hari Tuberkulosis Sedunia Tingkat Kabupaten Banjar Tahun 2026, di Hotel Roditha Banjarbaru, Kamis (16/4/2026).


Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam upaya penanggulangan Tuberkulosis (TB), penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Hari Tuberkulosis Sedunia tahun 2026 menjadi pengingat bahwa percepatan eliminasi TB membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen, baik pemerintah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat luas.


Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyie  yang dalam sambutannya menegaskan bahwa upaya mengakhiri TB tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan komitmen kuat, kebijakan yang berpihak pada masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.


Dalam arahannya, Habib Idrus menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Banjar berkomitmen untuk mendukung penuh program nasional eliminasi TBC tahun 2030 melalui penguatan layanan kesehatan, peningkatan deteksi kasus, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan pengobatan TBC.


“Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama seluruh pihak. Dengan langkah yang cepat, terintegrasi, dan melibatkan semua sektor, kita optimis dapat menurunkan angka kasus TB serta mewujudkan target eliminasi TBC pada tahun 2030,” ujarnya.


Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dan dipimpin oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, H. Noripansyah, yang memaparkan pentingnya peran lintas sektor dalam mendukung penanggulangan TB, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, menemukan kasus lebih dini, dan memastikan pasien mendapatkan pengobatan yang tuntas.


Menurutnya, keberhasilan program eliminasi TB tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif dari kecamatan, desa, fasilitas kesehatan, lembaga pendidikan, serta seluruh unsur masyarakat agar penanganan TB dapat berjalan efektif.


Sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, H. Muhammad Muslim dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan materi mengenai strategi percepatan eliminasi TB serta kebijakan pemerintah provinsi dalam mendukung program nasional pengendalian Tuberkulosis. Dalam paparannya dijelaskan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban kasus TB yang tinggi, sehingga diperlukan langkah yang lebih cepat dan terintegrasi untuk menekan angka penularan.


Muslim juga menekankan bahwa peningkatan koordinasi lintas sektor menjadi salah satu kunci utama dalam penanganan TB, karena faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan sangat berpengaruh terhadap penyebaran penyakit tersebut.


Kehadiran Camat Aluh Aluh Aditya Yudi Dharma dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan nyata pemerintah kecamatan terhadap program kesehatan nasional, khususnya dalam penanggulangan Tuberkulosis di wilayah Kecamatan Aluh Aluh. Pemerintah kecamatan memiliki peran strategis dalam mendorong kesadaran masyarakat, mendukung kegiatan pencegahan, serta memperkuat koordinasi dengan fasilitas kesehatan di tingkat kecamatan dan desa.


Dalam kesempatan tersebut, Camat Aluh Aluh menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan siap mendukung program eliminasi TB melalui koordinasi dengan puskesmas, aparat desa, dan kader kesehatan agar upaya pencegahan serta penanganan kasus TB dapat berjalan maksimal.


“Penanggulangan Tuberkulosis membutuhkan kerja sama semua pihak. Kecamatan Aluh Aluh siap mendukung program eliminasi TB melalui sinergi dengan tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat agar upaya pencegahan serta pengobatan dapat berjalan optimal,” ungkapnya.


Melalui pertemuan koordinasi lintas sektor ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antar instansi dalam mendukung eliminasi TB secara menyeluruh. Dengan kolaborasi yang kuat, kebijakan yang tepat, dan keterlibatan masyarakat, target eliminasi Tuberkulosis Tahun 2030 di Kabupaten Banjar diharapkan dapat tercapai.


Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa penanggulangan Tuberkulosis bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan bebas TB.(IP/Brigade/Kec.AluhAluh)


Komentar