Distan Banjar Cetak Operator Alsintan Handal Lewat Pelatihan Mekanisasi

MARTAPRA, InfoPublik - Dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Banjar, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar (Distan) melalui UPTD Mekanisasi Pertanian (Mektan) melaksanakan pelatihan operator alat mekanisasi pertanian di Aula Distan, Rabu (15/4/2026). 

Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pertanian Banjar Warsita, Kepala UPTD Mektan Ahmad Barkati beserta stafnya, operator alsintan Sekabupaten Banjar dan narasumber dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel Miswanto dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banjar Satria Murhan Efendi.

Kepala Dinas Pertanian Banjar, Warsita mengharapkan besar untuk mengubah pertanian kita dengan meningkatkan intensitas tanam dari satu kali menjadi dua. Melalui dukungan Kementerian Pertanian, kita telah mendapatkan alokasi traktor dan mesin pendukung lainnya yang siap dimobilisasi guna memastikan setiap lahan produktif dapat tergarap dengan maksimal tanpa terkendala keterbatasan alat" ujar Warsita.

"Kunci utama dari percepatan ini terletak pada ketersediaan operator yang terampil dan perubahan mindset masyarakat. Pola pikir lama yang hanya menanam untuk kebutuhan dapur sendiri harus kita geser menjadi pola pikir produktif yang berorientasi pada surplus. Bayangkan, dengan beralih ke varietas unggul saja, hasil panen bisa meningkat dua kali lipat. Mekanisasi pertanian adalah jawaban agar pekerjaan yang dulunya memakan waktu lama, kini bisa diselesaikan secara efisien," kata Warsita.

Lanjut Warsita, menambahkan Pemerintah juga memahami bahwa setiap daerah memiliki karakteristik unik, seperti lahan rawa atau danau. Oleh karena itu, fleksibilitas dalam memilih varietas sangat diutamakan—apakah ingin fokus pada padi unggul secara penuh atau mengombinasikannya dengan varietas lokal yang kini sudah memiliki versi unggulannya sendiri. Koordinasi antara petani, penyuluh lapangan, dan Dinas Pertanian harus dijaga agar setiap kendala teknis atau kebutuhan mobilisasi alat di lapangan dapat teratasi.

"Saya mengajak seluruh pihak untuk tidak pelit dalam berbagi ilmu, terutama bagi para operator mesin pertanian. Semakin banyak warga yang mahir mengoperasikan teknologi ini, semakin tangguh ketahanan pangan kita karena selalu ada tenaga pengganti yang siap bekerja. Mari jadikan proses berbagi ilmu ini sebagai ladang amal dan bekal untuk masa depan yang lebih sejahtera," harap Warsita.

Kepala UPTD Mektan Ahmad Barkati, dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi para operator. “Dengan operator yang terampil, diharapkan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) menjadi lebih efektif dan efisien,” ujarnya. 

Narasumber berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai teknik pengoperasian alsintan yang benar, perawatan mesin, hingga troubleshooting jika terjadi kendala di lapangan.

Peserta pelatihan sangat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka tidak hanya mendengarkan materi secara teori, tetapi juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktek langsung di lapangan.

Para peserta berkesempatan untuk mencoba berbagai jenis alsintan yang dimiliki Distan di antaranya traktor dan combine. Praktek langsung ini bertujuan agar para operator lebih memahami cara kerja alsintan dan dapat mengoperasikannya dengan baik dan benar. (Brigade Distan Syaripuddin)


Komentar