Wujudkan Lansia Bahagia, DinsosP3AP2KB Banjar Launching Sekolah Lansia Tangguh di Sungai Batang Ilir

MARTAPURA BARAT, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DinsosP3AP2KB) resmi meluncurkan program Sekolah Lansia Tangguh di Desa Sungai Batang Ilir, Kecamatan Martapura Barat, pada Selasa (14/04/2026).

Langkah ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup kelompok lanjut usia agar tetap produktif dan mandiri. Sebanyak 20 orang peserta lansia tampak antusias mengikuti prosesi pembukaan yang dihadiri oleh Pembakal, tokoh masyarakat, serta jajaran Penyuluh KB lapangan.

Pada hari pertama pembukaan, para siswa lansia langsung menerima materi yang disampaikan oleh para pengajar dari DinsosP3AP2KB Banjar dalam dua sesi pembelajaran intensif yang sangat relevan dengan kebutuhan sehari-hari para peserta:

Sesi I: Memahami Proses Penuaan – Disampaikan oleh Ibu Sukini, yang menjelaskan bahwa penuaan adalah proses alami yang harus dihadapi dengan sikap positif (luhur budi) dan tetap produktif meski terjadi penurunan fungsi fisik.

Sesi II: Menu Makan Sehat dan Gizi Lansia – Disampaikan oleh Aulya Ricky Rimbawan. Dalam sesi ini, dipaparkan secara detail mengenai porsi makan ideal, jenis makanan yang harus dikurangi (seperti tinggi garam dan gula), serta pentingnya tekstur makanan yang mudah dicerna bagi lansia.

Pembakal Desa Sungai Batang Ilir, Zulkifli menyampaikan rasa terima kasih atas penunjukan desa mereka sebagai lokus program dari kabupaten.

"Kami sangat bersyukur DinsosP3AP2KB Kabupaten Banjar menghadirkan Sekolah Lansia Tangguh di desa kami. Ini adalah bentuk perhatian nyata bagi para orang tua. Saya berharap bapak dan ibu peserta mengikuti setiap sesi dengan riang gembira. Sekolah ini bukan untuk mencari nilai, tapi untuk mencari ilmu agar masa tua kita lebih sehat dan berkah," ujarnya.

Kasi Bina Ketahanan dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, Sukini menjelaskan bahwa program ini menggunakan kurikulum yang terukur untuk membentuk lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat).

Kehadiran Penyuluh KB di lapangan akan memastikan program ini berjalan rutin sesuai jadwal yang ditetapkan.

“Dalam pembelajarannya kami melakukan 3 kali pertemuan dengan 6 materi pada satu setiap sekolah sampai dengan  prosesi wisuda," katanya.

Nenek Arbiah (70), salah satu peserta yang hadir, mengungkapkan rasa harunya atas program ini.

"Rasanya senang sekali diperhatikan pemerintah. Di usia seperti kami ini, berkumpul bersama teman sebaya sambil belajar ilmu kesehatan dan agama adalah hiburan yang luar biasa. Saya jadi tahu kalau di rumah nanti tidak boleh hanya diam, tapi harus tetap banyak gerak supaya kaki tidak kaku," ucap Arbiah penuh semangat.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan pemateri, serta foto bersama sebagai tanda dimulainya tahun ajaran baru bagi para Lansia Tangguh di Desa Sungai Batang Ilir. (Agusto/Adam)


Komentar