Lawan Hama Secara Organik, Petani Sambung Makmur Gencarkan Gerakan Pengendalian Hortikultura



Pertanian merupakan detak jantung kehidupan dan simbol kedaulatan pangan, di tengah tantangan alam yang kian dinamis. Di kediaman Pambakal Desa Gunung Batu Albilaluddin. Pertemuan bulanan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sambung Makmur, Penyuluhan dan Gerakan Pengendalian (Gerdal) organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman hortikultura di Sambung Makmur, Selasa (31/3/2026). 

Fokus pertemuan pada tanaman hortikultur, buah, dan sayur adalah langkah strategis untuk memastikan produk lokal yang berkualitas baik. Menariknya, acara ini dibalut dengan nuansa hangat Halalbihalal. Kegiatan dihadiri jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, yang diwakili Plt Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian Abdul Basit beserta jajarannya Forum Komunikasi Kecamatan, Polsek, Koramil, Aparat Desa, hingga tokoh masyarakat Desa.

Pertanian yang kuat lahir dari ekosistem yang sehat. Ketika birokrasi bertemu langsung dengan para petani di lapangan, di situlah solusi atas kendala hama dan penyakit tanaman dapat ditemukan secara organik. 

Muncul harapan besar agar sektor hortikultura di Sambung Makmur tidak hanya menjadi penopang ekonomi lokal, tetapi juga menjadi percontohan. Kita belajar bahwa kemajuan teknologi pertanian harus sejalan dengan eratnya persaudaraan.

Sektor pertanian kini memasuki babak baru melalui inovasi Gerakan Pengendalian (GERDAL) yang mengubah pola penanganan hama dari perjuangan mandiri menjadi aksi nyata. Di tengah arus modernisasi, solidaritas menjadi kunci utama melalui komitmen para petani untuk saling berbagi informasi. 

Semangat Syawal pun hadir membawa energi baru bagi para petani untuk bekerja lebih giat dan cerdas. Setiap sayur dan buah yang kita nikmati adalah wujud nyata dari sinergi, doa, dan kerja keras luar biasa tangan-tangan tangguh yang patut terus kita dukung bersama.
(Brigade Distan Shafrian Mubarok) 

.


Komentar