Sekcam Aluh-Aluh Hadiri Ekspose Pendahuluan Pembaruan Strategi Sanitasi Kabupaten Banjar

Banjar, Info Publik, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Aluh Aluh, Thaufikkurrahman, menghadiri kegiatan Ekspose Pendahuluan Pembaruan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Banjar yang dilaksanakan di Aula Bappedalitbang Kabupaten Banjar Lantai 3, Selasa (31/3/2026) siang.

Kegiatan ini diselenggarakan olehBadan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Banjar dalam rangka mendukung penelitian Tahun 2026 terkait pembaruan dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten Banjar. Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, akademisi, hingga pihak terkait lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tim Peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat sebagai pelaksana riset, perwakilan SKPD lingkup Kabupaten Banjar, instansi provinsi, serta seluruh camat se-Kabupaten Banjar, termasuk Camat Aluh-Aluh yang diwakili oleh Sekcam.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi (PPI) Bappedalitbang Kabupaten Banjar, Nuri Anshari, yang mewakili pihak penyelenggara, menyampaikan bahwa pembaruan Strategi Sanitasi Kabupaten merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan sanitasi yang berkelanjutan di daerah.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat arah kebijakan sanitasi daerah yang selaras dengan kebijakan nasional, serta memastikan layanan sanitasi yang aman, berkelanjutan, dan inklusif bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya, pemaparan materi disampaikan oleh tim akademisi dari Fakultas Teknik ULM yang menjelaskan bahwa dalam penyusunan SSK tidak hanya menggunakan data sekunder, tetapi juga menggali data primer di lapangan. Pendekatan yang digunakan mengedepankan prinsip sanitasi aman, yaitu memastikan limbah diolah dengan baik dan hasilnya dapat dikembalikan ke alam atau dimanfaatkan secara aman.

Selain itu, konsep berkelanjutan juga menjadi perhatian, dengan memastikan layanan sanitasi tersedia setiap hari, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki ketahanan jangka panjang. Aspek inklusivitas juga ditekankan, yakni memberikan pelayanan sanitasi kepada seluruh lapisan masyarakat secara merata serta membuka peluang partisipasi semua pihak.

Dalam sesi diskusi, para peserta memberikan berbagai masukan terkait kondisi riil sanitasi di wilayah masing-masing, termasuk tantangan dan kebutuhan yang dihadapi di tingkat kecamatan.

Sekcam Aluh-Aluh, Thaufikkurrahman, menyampaikan bahwa pihak kecamatan siap mendukung upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan sistem sanitasi yang lebih baik.

“Kami berharap melalui pembaruan Strategi Sanitasi Kabupaten ini, pelayanan sanitasi di tingkat kecamatan hingga desa dapat semakin meningkat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan tersusun dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten Banjar yang komprehensif, terarah, dan mampu menjawab tantangan pembangunan sanitasi ke depan sesuai dengan arah kebijakan nasional.(IP/Brigade/Kec.AluhAluh)


Komentar