Edukasi Gizi Seimbang Digelar di RSUD Ratu Zalecha, Mahasiswa Poltekkes Banjarmasin Soroti Pencegahan Dispepsia

MARTAPURA, InfoPublik — Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Gizi bersama Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Ratu Zalecha menggelar penyuluhan kesehatan di ruang tunggu poliklinik rawat jalan pada 17 Maret 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Peran Gizi Seimbang dalam Pencegahan dan Pengendalian Dispepsia.”

Dalam penyuluhan tersebut dijelaskan bahwa dispepsia merupakan kumpulan gejala gangguan saluran cerna bagian atas, seperti nyeri pada ulu hati, rasa penuh setelah makan, cepat kenyang, kembung, mual, hingga sensasi terbakar di lambung. Kondisi ini cukup sering dialami masyarakat dan umumnya berkaitan dengan pola makan serta gaya hidup yang kurang sehat.

Mahasiswa Jurusan Gizi menjelaskan bahwa sebagian besar kasus dispepsia termasuk dispepsia fungsional, yaitu gangguan pencernaan tanpa kelainan struktur organ yang jelas. Meski demikian, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Peserta yang terdiri dari pasien dan keluarga pasien juga mendapatkan penjelasan mengenai berbagai faktor risiko dispepsia, di antaranya pola makan tidak teratur, sering melewatkan waktu makan, konsumsi makanan tinggi lemak, makanan pedas dan asam, makan terlalu cepat atau dalam porsi besar, kebiasaan merokok, stres, serta kurang aktivitas fisik.

Selain itu, penyuluhan juga menekankan pentingnya penerapan gizi seimbang untuk menjaga kesehatan lambung. Dengan pola makan yang baik, fungsi lambung dapat bekerja lebih optimal, produksi asam lambung tetap stabil, serta lapisan pelindung lambung dapat terjaga.

Peserta juga diberikan beberapa tips pola hidup sehat untuk mencegah dispepsia, antara lain makan secara teratur, mengurangi makanan berlemak, pedas, dan asam, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, makan secara perlahan, mengelola stres dengan baik, serta rutin melakukan aktivitas fisik.

Ketua Tim PKRS RSUD Ratu Zalecha, Dwi Retmasushanty Arsini, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi kesehatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus mempererat kolaborasi dengan institusi pendidikan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang dalam menjaga kesehatan pencernaan. Edukasi seperti ini juga menjadi sarana bagi pasien dan keluarga untuk memperoleh informasi kesehatan yang benar secara langsung,” ujarnya.

Kegiatan penyuluhan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab. Peserta terlihat antusias mengikuti materi hingga selesai, serta aktif mengajukan pertanyaan terkait pola makan dan cara menjaga kesehatan lambung.

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga pola makan dan gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan berbagai gangguan pencernaan, termasuk dispepsia. (Brigade Humas Raza)


Komentar