Distan Banjar Gelar Bimtek Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani

MARTAPURA, InfoPublik - Guna menguatan tata kelola administrasi keuangan, dan akses permodalan, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar (Distan) melalui Bidang Penyuluhan Pertanian melaksanakan bimbingan teknis penumbuhan dan pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) di Aula Distan, Selasa (10/2/2026).

 

Kelembagaan Ekonomi Petani merupakan pilar penting dalam memperkuat struktur agribisnis dan meningkatkan kesejahteraan petani. KEP tidak hanya berfungsi sebagai wadah kebersamaan, tetapi juga sebagai sarana penguatan posisi tawar, peningkatan nilai tambah, dan perluasan akses pasar, pembiayaan, serta kemitraan usaha. Karena itu, pengurus KEP harus memiliki kapasitas manajerial, administrasi, dan kemampuan usaha yang baik agar mampu menjalankan organisasi secara profesional dan berkelanjutan.

 

Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pertanian Banjar Warsita, Kepala Seksi Kelembagaan Petani Dwi Retnani, Kepala UPTD Penyuluhan Pertanian Agus Dharmawan, Ketua Tim Kerja Kabupaten Banjar Sigit Triyanto, KJF, Koordinator Balai Sekabupaten Banjar, narasumber Muhammad Furqon Barozi dari DKUMPP Banjar, dan Rifani Hernadi dari Penyuluh Kementrian Pertanian.

 

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pertanian Banjar, Warsita menyampaikan kehadiran 12 Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) baru diharapkan menjadi penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Banjar. Peningkatan target produksi gabah dari 153 ton menjadi 172 ribu ton tahun ini bukan sekadar angka, melainkan hasil nyata dari kolaborasi antara petani dan pendamping di lapangan.

 

“Meski terjadi perubahan struktur organisasi, semangat kerja dan sinergi antar-elemen harus tetap solid demi kesejahteraan petani di tengah dinamika sektor pertanian yang kian menantang," ujar Warsita.

 

Tambah Warsita melalui Bimtek ini, kami berharap peserta mendapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, khususnya tentang manajemen organisasi KEP, perencanaan usaha yang berbasis potensi komoditas unggulan di wilayah masing-masing, inovasi pengembangan usaha, dan strategi kemitraan dengan pelaku usaha, lembaga keuangan, dan mitra pembangunan.

 

"Kami meyakini bahwa dengan kapasitas pengurus yang kuat, Kelembagaan Ekonomi Petani akan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian, sekaligus menjadi ujung tombak peningkatan kesejahteraan petani di daerah kita," harap Warsita.

 

Dinas Pertanian berkomitmen untuk terus mengawal, membina, dan memperkuat peran KEP melalui berbagai program, baik fasilitasi kegiatan, peningkatan kapasitas, maupun pendampingan di tingkat lapangan. Namun, keberhasilan KEP tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan komitmen, inisiatif, dan kerja sama dari seluruh pengurus dan anggota," pungkas Warsita. (Brigade Distan Syaripuddin) 


Komentar