Bukan Sekadar Angka, Ini Bukti Banjar Makin Kondusif!
MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar terus bergerak serius dalam memastikan rasa aman dan nyaman bagi warganya. Keseriusan ini terlihat saat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Banjar menjadi tuan rumah rapat penting pada Jumat (30/1). Agenda utama hari itu adalah membedah secara mendalam Evaluasi Indikator Kinerja dan Pengukuran Indeks Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas).
Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan sebuah langkah strategis untuk mengukur seberapa efektif pelayanan dasar yang telah diberikan pemerintah kepada masyarakat. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa perlindungan publik berjalan maksimal, sekaligus menjamin akuntabilitas kinerja pemerintah daerah agar tetap selaras dengan mandat peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Langkah evaluasi ini merupakan respon langsung terhadap regulasi pusat, yakni tindak lanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.4.3-669 Tahun 2022. Aturan ini menjadi pedoman dalam menghitung Indeks Penyelenggaraan Trantibumlinmas. Selain itu, rapat ini juga menjadi bagian krusial dalam penguatan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang menjadi tolak ukur wajib bagi pelayanan publik di daerah.

Jalannya diskusi dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM), Fara Hayani. Suasana rapat berlangsung dinamis dengan kehadiran berbagai pemangku kepentingan vital, mulai dari Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi (PPE) Bappedalitbang, hingga para pejabat struktural dari garda terdepan keamanan daerah seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Dalam pemaparan data yang menjadi sorotan utama, terungkap bahwa realisasi Indeks Penyelenggaraan Trantibumlinmas Kabupaten Banjar untuk tahun 2025 mencatatkan hasil yang cukup positif dengan skor total mencapai 73,058. Angka ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil akumulasi dari kerja keras berbagai sektor yang bahu-membahu menjaga stabilitas daerah sepanjang tahun lalu.

Secara rinci, kontribusi nilai tersebut berasal dari empat pilar utama. Indeks Penanggulangan Bencana mencatatkan skor tertinggi sebesar 78,77, disusul oleh Indeks Manajemen Satuan Perlindungan Masyarakat (IPM) di angka 77,60. Sementara itu, Indeks Penanggulangan Kebakaran berada pada poin 68,00, dan Indeks Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum (IPKKU) tercatat sebesar 67,86. Variasi angka ini memberikan gambaran jelas mengenai sektor mana yang sudah unggul dan mana yang perlu dipacu lebih kencang.
Menutup kegiatan tersebut, Bappedalitbang menaruh harapan besar agar evaluasi ini menjadi cermin yang jujur. Dengan mengidentifikasi capaian, kendala, dan peluang yang ada, hasil pengukuran indeks ini akan dijadikan landasan kuat dalam merumuskan kebijakan di masa depan. Tujuannya hanya satu: menghadirkan kualitas pelayanan publik yang lebih terukur, efektif, dan berorientasi penuh pada keselamatan serta kenyamanan seluruh masyarakat Kabupaten Banjar.(Ione/Brigade Bappedalitbang)
