
Rapat Koordinasi Penanggulangan Pascabencana di Kecamatan Karang Intan
MARTAPURA, InfoPublik - Kecamatan Karang Intan melalui Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Pascabencana, di aula kecamatan setempat, Jumat (6/12/2024).
Rapat ini dihadiri oleh para undangan dari berbagai unsur, termasuk TNI/Polri yang diwakili oleh Koramil dan Polsek Karang Intan, serta Pambakal Desa Jingah Habang Ulu dan Pambakal Desa Jingah Habang Ilir.
Camat Karang Intan yang diwakili Kasi Trantib, Nur Rasyid, menyampaikan bahwa Kecamatan Karang Intan merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Banjar yang rawan bencana banjir.
"Dua desa di wilayah ini, yaitu Desa Jingah Habang Ulu dan Jingah Habang Ilir, pernah merasakan dampak luar biasa dari bencana banjir, puncaknya saat banjir besar pada tahun 2021. Oleh karena itu, sosialisasi dan edukasi kebencanaan sangat penting agar kita dapat meminimalisir dampak dari bencana yang dapat terjadi di masa depan," ujar Nur Rasyid.
Ia juga berharap agar masyarakat semakin sadar dan siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana di wilayah ini.
Dalam paparannya, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Agus Siswanto, yang disampaikan oleh Rio Nanang Hermawan, menjelaskan bahwa penanggulangan bencana dilakukan melalui tiga tahap utama, yakni tahap prabencana, darurat bencana, dan pascabencana.
Rio menegaskan bahwa pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, dan peringatan dini yang efektif pada tahap prabencana sangat diperlukan untuk mengurangi dampak negatif dari bencana banjir.
"Jika langkah-langkah di tahap prabencana dilaksanakan dengan baik, maka penanggulangan pascabencana akan menjadi lebih ringan," tambahnya.
Terkait dengan hal ini, Rio juga menjelaskan pentingnya instrumen 'musrenbang' pascabencana yang dilakukan melalui Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) dan Rencana Rehabilitasi & Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
Ia menyampaikan bahwa jika penanggulangan di tahap prabencana tidak dilaksanakan dengan efektif, maka penanggulangan pascabencana akan menjadi lebih berat dan membutuhkan upaya yang lebih besar.
Acara kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dilakukan oleh peserta rapat koordinasi. Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdialog langsung mengenai berbagai permasalahan kebencanaan dan penanggulangannya, serta mencari solusi terbaik untuk menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Dengan terlaksananya rapat koordinasi ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang lebih baik antara pemerintah, TNI/Polri, dan masyarakat dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi bencana, serta meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan kebencanaan di Kecamatan Karang Intan. (Norhasanah)