Dukung Kemandirian Ekonomi Pesantren, Kasi PM Kecamatan Beruntung Baru Hadiri Diseminasi Kajian Program Satu Pesantren Satu Produk
Bagikan ke WhatsApp
Gunakan salah satu tombol ini agar keterangan portal ikut terkirim setelah link.
MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar terus mendorong penguatan kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan potensi usaha berbasis produk unggulan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kajian Potensi Pesantren Berbasis Pengembangan Usaha Banjar Cendikia “Satu Pesantren Satu Produk” yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar di Aula Kantor Bapperida, Martapura, Jumat (6/11/2026) pagi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat (Kasi PM) Kecamatan Beruntung Baru, Tati Yuliani, sebagai bentuk dukungan pemerintah kecamatan terhadap upaya pengembangan potensi ekonomi masyarakat, khususnya melalui pemberdayaan pondok pesantren.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Bapperida Kabupaten Banjar, Mujahid, mewakili Kepala Bapperida Hj. Anna Rosida Santi. Dalam sambutannya, Mujahid menjelaskan bahwa pada tahun 2026 Bapperida Kabupaten Banjar bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kajian pemetaan potensi pesantren berbasis pengembangan usaha.
Menurutnya, kajian tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai potensi dan kebutuhan pengembangan usaha pesantren, sekaligus menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan serta program pemberdayaan ekonomi yang tepat sasaran.
Ia menegaskan, hasil kajian tidak boleh berhenti sebatas dokumen penelitian, tetapi harus dapat diimplementasikan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan, perencanaan program, hingga pelaksanaan kegiatan perangkat daerah.
Melalui program Satu Pesantren Satu Produk, pengembangan usaha di lingkungan pesantren diharapkan dapat dilaksanakan secara bertahap, terarah, dan berkelanjutan dengan memperhatikan karakteristik serta kemampuan masing-masing pesantren.
Sementara itu, tenaga ahli dari Brida Provinsi Kalimantan Selatan, Herry Pradana, bersama tim selaku narasumber menjelaskan bahwa kegiatan diseminasi merupakan bagian dari upaya menyebarluaskan informasi dan pemahaman mengenai program One Pesantren One Product (OPOP).
Program tersebut menjadi salah satu pendekatan pemberdayaan ekonomi yang diarahkan untuk mendorong kemandirian pesantren melalui pengembangan produk unggulan, peningkatan kapasitas usaha, penguatan kewirausahaan, serta perluasan pemasaran produk yang dihasilkan pesantren dan masyarakat di sekitarnya.
Herry berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat memahami konsep, tujuan, serta peluang pengembangan program OPOP sehingga terbangun koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah, pesantren, dunia usaha, dan berbagai pihak terkait dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.
Kasi PM Kecamatan Beruntung Baru, Tati Yuliani, menyambut baik pelaksanaan kajian tersebut. Menurutnya, program pengembangan usaha pesantren memiliki peluang besar untuk mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki masing-masing pondok pesantren.
"Melalui kegiatan ini, kita dapat melihat bahwa pesantren tidak hanya memiliki peran penting dalam pendidikan dan pembinaan keagamaan, tetapi juga mempunyai potensi besar dalam mengembangkan kegiatan ekonomi produktif. Kami berharap program Satu Pesantren Satu Produk dapat menjadi motivasi bagi pesantren untuk menggali potensi yang dimiliki, mengembangkan produk unggulan, serta membangun usaha yang mampu memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitarnya," ungkap Tati Yuliani.
Ia juga menilai sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pesantren, dan mitra usaha sangat diperlukan agar potensi yang telah dipetakan dapat ditindaklanjuti melalui program pembinaan dan pemberdayaan yang berkesinambungan.
"Harapan kami, hasil kajian ini nantinya benar-benar dapat ditindaklanjuti dengan langkah nyata. Pesantren perlu didukung agar mampu mengembangkan usaha sesuai potensi dan kemampuan masing-masing, sehingga ke depan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan," tambahnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama peserta untuk menggali masukan, saran, serta rekomendasi terhadap hasil kajian dan peluang implementasi program OPOP di Kabupaten Banjar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para ulama, ustaz dan ustazah yang mewakili pondok pesantren se-Kabupaten Banjar, sejumlah perwakilan perangkat daerah, Kementerian Agama Kabupaten Banjar, unsur perbankan, serta mitra usaha.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru diharapkan dapat turut memperkuat sinergi pembangunan daerah, khususnya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. (IP Beruntung Baru - Brigade Informasi RA)
Pesantren Berdaya, Ekonomi Mandiri, Masyarakat Sejahtera.
