Perkuat Tata Kelola Sarana Digital, Mahasiswa S2 Administrasi Pendidikan ULM Lakukan Riset di SMPN 2 Simpang Empat

Bagikan ke WhatsApp Gunakan salah satu tombol ini agar keterangan portal ikut terkirim setelah link.

SIMPANG EMPAT, InfoPublik – Pengelolaan sarana pendidikan berbasis teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran yang adaptif dan sesuai kebutuhan peserta didik. Hal tersebut menjadi fokus kegiatan mini riset mahasiswa Program Magister (S2) Administrasi Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di SMPN 2 Simpang Empat, Selasa (3/11/2026).

Mini riset tersebut mengangkat tema “Strategi Manajemen Sarana Multimedia dan Aksesibilitas Laboratorium Komputer dalam Mendukung Pembelajaran Berdiferensiasi”. Kegiatan penelitian lapangan ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari Yuliansyah, S.Pd., Arisandi Tiya Rini, S.Pd., dan Indah Purnamasari, S.T., dengan kedatangan mereka disambut oleh pihak sekolah yang diwakili Arif Rahman, S.Pd.

Perwakilan SMPN 2 Simpang Empat, Arif Rahman, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan keterbukaan pihak sekolah terhadap pelaksanaan penelitian tersebut. Ia berharap hasil pengamatan dan evaluasi yang dilakukan mahasiswa dapat memberikan masukan konstruktif bagi pengembangan tata kelola sarana pendidikan, khususnya fasilitas teknologi yang menunjang kegiatan belajar mengajar.

Perwakilan tim peneliti, Yuliansyah, S.Pd., menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus pada pemetaan pemanfaatan dan kesiapan infrastruktur laboratorium komputer serta perangkat multimedia di sekolah. Menurutnya, pengelolaan fasilitas yang tepat dapat mendukung pembelajaran yang mengakomodasi keberagaman kebutuhan dan gaya belajar peserta didik.

“Riset ini bertujuan untuk memetakan bagaimana pemanfaatan serta kesiapan infrastruktur laboratorium komputer dan media multimedia sekolah dapat dioptimalkan. Dengan tata kelola dan aksesibilitas yang tepat, sarana teknologi informasi ini diharapkan mampu mengakomodasi keberagaman gaya belajar murid melalui pendekatan pembelajaran berdiferensiasi,” ujar Yuliansyah.

Rangkaian penelitian dilakukan dengan observasi, pengumpulan data, serta wawancara terkait pemanfaatan perangkat multimedia dan efektivitas ruang laboratorium komputer. Aspek aksesibilitas juga menjadi perhatian untuk melihat sejauh mana fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal, inklusif, dan merata dalam memenuhi kebutuhan belajar peserta didik.

Hasil mini riset ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis bagi pihak sekolah maupun pemangku kepentingan dalam meningkatkan efektivitas manajemen sarana digital. Kajian tersebut sekaligus menjadi kontribusi akademis dalam mendorong optimalisasi fasilitas pendidikan guna mendukung penerapan pembelajaran berdiferensiasi secara berkelanjutan.


Komentar