Pameran Sulam Sugul Catat Transaksi Rp228 Juta, Bupati Banjar Dorong Kebangkitan Kriya Lokal

Bagikan ke WhatsApp Gunakan salah satu tombol ini agar keterangan portal ikut terkirim setelah link.

GAMBUT, InfoPublik – Pameran produk kerajinan Sulam Sugul khas Banjar berhasil mencatat transaksi sebesar Rp228.006.000. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator tingginya potensi kerajinan lokal sekaligus momentum untuk membangkitkan kembali industri kriya Sulam Sugul di Kabupaten Banjar.

Pameran yang berlangsung di Gedung William Tandiono, Kecamatan Gambut, resmi ditutup Bupati Banjar H Saidi Mansyur, Selasa (3/11/2026) siang.

Saidi mengatakan, pameran tersebut merupakan langkah penting untuk menghidupkan kembali kerajinan Sulam Sugul yang sebelumnya mengalami penurunan pesanan akibat keterbatasan pasar, yang selama ini lebih banyak mengandalkan produk Bolang Haji.

Menurutnya, pengembangan Sulam Sugul perlu dilakukan melalui inovasi produk agar mampu mengikuti perkembangan tren dan kebutuhan pasar. Kerajinan tersebut tidak hanya diaplikasikan pada Bolang Haji, tetapi juga dikembangkan menjadi beragam produk fesyen modern, seperti pakaian berhias payet, hijab, tas, alas kaki hingga berbagai aksesori.

“Transformasi ini menjadi sebuah keharusan agar Sulam Sugul memiliki daya saing komersial dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para perajin dan pelaku UMKM agar terus meningkatkan kualitas serta kreativitas dalam menghasilkan produk.

“Jangan cepat berpuas diri dengan hasil hari ini. Kualitas bahan, kerapian jahitan, dan ketepatan waktu produksi harus terus ditingkatkan. Saya juga mendorong adanya transfer keahlian kepada generasi muda di desa-desa kita, agar regenerasi perajin Sulam Sugul ini tidak terputus,” tegasnya.

Selain mendorong inovasi, Saidi meminta seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar turut mendukung pemasaran produk lokal dengan menjadikan Sulam Sugul dan Sasirangan sebagai pilihan busana maupun aksesori dalam berbagai kegiatan resmi dan keseharian.

Ia juga mengajak sektor perbankan, seperti Bank Kalsel, Bank Mandiri, BNI dan BPR, untuk memperkuat dukungan kepada perajin melalui kemudahan akses permodalan dan kredit sehingga kapasitas produksi dapat ditingkatkan.

Saidi berharap pameran tersebut menjadi momentum kebangkitan kerajinan khas Banjar dengan semangat Ekonomi Tumbuh Kuat, Keluarga Sejahtera. Perajin Tangguh, Berbudaya.


Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Banjar Hj Nurgita Tiyas menyampaikan apresiasi atas capaian transaksi selama pameran. Menurutnya, pencatatan transaksi didukung fasilitas pembayaran nontunai melalui Bank Kalsel sehingga nilai penjualan dapat terakumulasi dengan baik.

“Dibantu juga oleh Bank Kalsel untuk memberikan pelayanan transaksi cashless. Pembayaran pembelian dalam kegiatan ini dilakukan secara nontunai, sehingga angka akumulasinya bisa kami laporkan. Kurang lebih yang sudah terlaporkan kepada kami sebesar Rp228.006.000,” jelasnya.

Nurgita menambahkan, kerajinan Sulam Sugul memiliki nilai lebih karena dikerjakan langsung oleh para ibu rumah tangga di sela aktivitas sehari-hari. Keterampilan tersebut tidak hanya menjadi sarana mengisi waktu luang, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi keluarga.

“Melalui tangan-tangan terampil, ada satu harapan, ingin daerah kita maju dan lebih dikenal. Para ibu ini mengerjakan kerajinan sambil mengisi waktu luang. Ada yang sambil menunggu anaknya sekolah dari jam 08.00 sampai jam 10.00 mereka sambil menyulam,” tuturnya.

Ia menegaskan, setiap karya yang dihasilkan para perajin patut mendapatkan apresiasi dan penghargaan karena membutuhkan keterampilan, ketekunan serta kreativitas.

“Apa pun yang diciptakan perajin menggunakan 10 jari adalah hal yang sangat harus kita apresiasi dan kita hargai,” imbuhnya.

Dijelaskannya, kegiatan tersebut difokuskan untuk mengangkat kembali eksistensi Sulam Sugul yang sempat mengalami penurunan produksi. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui dua agenda utama, yakni Workshop Kriya pada Senin (2/11/2026) dan Exhibition atau Pameran Kriya pada Selasa (3/11/2026).

Workshop Kriya diisi pelatihan teknis dengan menghadirkan narasumber profesional dan diikuti anggota Dekranasda. Sementara pameran menampilkan beragam produk kerajinan, mulai dari pakaian berhias payet dan Sulam Sugul, kain Sasirangan, kriya arguci, hingga berbagai aksesori, tas dan alas kaki.


Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat Kekayaan Intelektual kepada Ketua Dekranasda Kabupaten Banjar oleh Dewi Woro Lestari dari Kantor Wilayah Kemenkumham Kalimantan Selatan. Bupati Banjar bersama Ketua Dekranasda turut menyerahkan sertifikat kepada dua perajin sebagai bentuk apresiasi atas karya dan kreativitas mereka.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Yudi Andrea, Ketua Dharma Wanita Persatuan, para asisten, kepala SKPD, pimpinan perbankan dan instansi vertikal, seluruh camat, serta para perajin Sulam Sugul dan pelaku UMKM Kabupaten Banjar. (Media Center Banjar)


Komentar