Sekda Banjar Buka Pelatihan Data Geospasial, Targetkan Prestasi Lebih Tinggi

Bagikan ke WhatsApp Gunakan salah satu tombol ini agar keterangan portal ikut terkirim setelah link.

MARTAPURA, InfoPublik - Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H. Yudhi Andrea, membuka secara resmi Pelatihan Pengelolaan Data Informasi Geospasial Pemerintah Kabupaten Banjar Tahun 2026, Selasa (3/11/2026) pagi.


Kegiatan yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar tersebut berlangsung di Aula Baiman Lantai III Kantor Bapperida Banjar dan dijadwalkan selama dua hari, hingga 4 November 2026.


Turut mendampingi Sekda, Kepala Bapperida Kabupaten Banjar Hj. Anna Rosida Santi, dengan menghadirkan narasumber dari Badan Informasi Geospasial (BIG). Kegiatan ini diikuti 23 SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Banjar sebagai upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan dan pemanfaatan informasi geospasial.

 


Dalam sambutannya, Sekda Yudhi Andrea menekankan pentingnya ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan perencanaan pembangunan daerah.


Menurutnya, informasi geospasial memiliki peran strategis dalam memberikan gambaran kondisi wilayah secara lebih terukur, sehingga kebijakan dan program pembangunan dapat disusun berdasarkan data yang valid dan sesuai kebutuhan daerah.


Yudi menjelaskan, pelatihan yang mengusung tema Peningkatan Tata Kelola Spesifikasi Produk Data (SPD) dan Kontrol Kualitas Data Geospasial di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar memiliki arti penting dan strategis dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan standar pengelolaan data geospasial.


Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, wawasan dan pemahaman aparatur mengenai informasi geospasial semakin meningkat sehingga dapat dimanfaatkan dalam mendukung pengambilan kebijakan, khususnya di bidang perencanaan pembangunan.


Yudhi turut mengapresiasi capaian Kabupaten Banjar yang berhasil meraih peringkat kedua pada Geospasial Banua Award Tahun 2026 dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk mempertahankan capaian sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan informasi geospasial.


“Ditargetkan ke depan Kabupaten Banjar dapat mempertahankan atau meningkatkan prestasi hingga meraih peringkat pertama, melalui penguatan kompetensi SDM, pembenahan standar data, serta peningkatan kualitas tata kelola simpul jaringan informasi geospasial daerah.” Ujarnya optimis..

 


Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Banjar Hj. Anna Rosida Santi menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat penyelenggaraan Simpul Jaringan Informasi Geospasial Daerah (SJIGD).


Saat ini, pengelolaan data melibatkan 23 perangkat daerah sebagai produsen data dengan dukungan 67 personel, terdiri atas 23 penanggung jawab data dan 44 operator data spasial. Geoportal Kabupaten Banjar juga telah mempublikasikan 84 data geospasial berformat SHP dan 48 peta kartografi, dengan pemanfaatan sebanyak 233 kali pengunduhan data SHP.


Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan penyusunan spesifikasi produk data, penguatan tata kelola, serta praktik pengendalian dan penjaminan kualitas data atau quality control dan quality assurance. Hal ini penting mengingat domain standar data dan informasi geospasial masih perlu diperkuat.


“Melalui pendampingan narasumber, peserta diharapkan mampu mengolah dan menyempurnakan data spasial maupun nonspasial dari instansi masing-masing agar menghasilkan informasi yang berkualitas, terstandar, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemutakhiran data juga terus didorong melalui kegiatan desk dan monitoring secara rutin setiap triwulan.” Jelas Anna.

 


Mengakhiri rangkaian pembukaan, dilakukan penyerahan cinderamata kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas dukungan dalam peningkatan kapasitas pengelolaan informasi geospasial di Kabupaten Banjar, dilanjutkan dengan sesi foto bersama.


Selanjutnya, kegiatan memasuki sesi pemaparan materi dan praktik selama dua hari, yakni 3–4 November 2026, dengan harapan seluruh peserta dapat menyerap pengetahuan secara maksimal serta mengimplementasikannya di perangkat daerah masing-masing demi mewujudkan tata kelola data geospasial Kabupaten Banjar yang semakin berkualitas.(Ione/Brigade Bapperida)


Komentar