Tim Roots SMPN 2 Aluh-Aluh Kampanyekan Anti-Perundungan, Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Bagikan ke WhatsApp Gunakan salah satu tombol ini agar keterangan portal ikut terkirim setelah link.

ALUH-ALUH, InfoPublik – Pembentukan karakter peserta didik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga bagaimana membangun sikap saling menghargai dan menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat. Komitmen tersebut diwujudkan SMPN 2 Aluh-Aluh melalui kampanye pencegahan perundungan (anti-bullying) dan edukasi etika komunikasi digital yang digagas Tim Agen Perubahan Roots dengan melibatkan seluruh warga sekolah. (3/11/2026)

Kegiatan berlangsung interaktif dengan memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai berbagai bentuk perundungan, baik secara fisik, verbal maupun melalui media digital (cyberbullying). Para siswa juga diajak memahami pentingnya menjaga tutur kata, menghormati sesama, serta menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Ketua Tim Roots SMPN 2 Aluh-Aluh, Zikrullah, menegaskan bahwa keterlibatan siswa sebagai agen perubahan menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Menurutnya, kesadaran untuk saling menghargai perlu diterapkan dalam interaksi sehari-hari, baik secara langsung maupun di dunia maya.

"Kami ingin menciptakan suasana sekolah yang bebas dari rasa takut dan perundungan. Di era digital saat ini, jempol kita bisa menjadi sarana menyebarkan kebaikan atau sebaliknya menyakiti sesama. Oleh karena itu, kami mengajak teman-teman agar selalu bijak bertutur kata dan saling menghargai, baik di kelas maupun di media sosial," ungkap Zikrullah.

Kepala SMPN 2 Aluh-Aluh, Rahmi Safithri, S.Psi., mengapresiasi inisiatif dan peran aktif Tim Roots dalam mengampanyekan perilaku positif di lingkungan sekolah. Ia menilai pendekatan antarteman sebaya atau peer-to-peer dapat membantu menanamkan nilai-nilai karakter karena pesan positif disampaikan melalui interaksi yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

"Pencegahan perundungan dan penanaman etika komunikasi digital merupakan prioritas kami dalam membentuk karakter siswa yang cerdas berliterasi dan berakhlak mulia. Saya bangga melihat anak-anak Tim Roots tampil menjadi pelopor iklim sekolah yang inklusif. Harapannya, budaya saling menghormati ini dapat diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat," tutur Rahmi Safithri.

Kampanye tersebut juga mendorong peserta didik untuk berani mengambil peran sebagai pelopor kebaikan, membangun pertemanan yang saling mendukung, menghargai perbedaan, serta tidak membiarkan perilaku perundungan berkembang di lingkungan sekitar. Kesadaran ini menjadi bagian dari upaya memperkuat karakter dan tanggung jawab sosial siswa.

Dengan adanya kegiatan tersebut, SMPN 2 Aluh-Aluh berkomitmen untuk terus mendampingi Tim Roots dan menyediakan ruang bagi peserta didik dalam mengembangkan budaya positif. Diharapkan, nilai saling menghormati, bijak berteknologi, dan kepedulian terhadap sesama dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.


Komentar