Sinergi Distan Banjar dan ULM Dorong Pemutakhiran Data Lahan Baku Sawah
Ketersediaan data pertanian yang akurat dan mutakhir merupakan fondasi dalam perumusan kebijakan strategis pembangunan nasional, khususnya dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan. Dinas Pertanian Kabupaten Banjar (Distan) menggandeng Universitas Lambung Mangkurat (ULM) guna melaksanakan Ekspose Akhir Kegiatan Updating Lahan Baku Sawah Tahun 2026 di Aula Supardi Fakultas Pertanian ULM, Selasa (27/10/2026).
Kolaborasi antara instansi pemerintah dan akademisi ini diarahkan untuk menghasilkan basis data spasial yang presisi, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah di wilayah Kabupaten Banjar.
Forum ilmiah ini dirancang untuk memaparkan hasil dari pemutakhiran data, sekaligus menjadi wadah penjaringan masukan, tanggapan, serta uji validasi dari berbagai pemangku kepentingan terkait.
Acara ini dihadiri Kantor Pertanahan Kabupaten Banjar, instansi tingkat provinsi seperti Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Kantor Wilayah ATR/BPN Kalimantan Selatan, hingga jajaran perangkat daerah teknis di lingkup Pemerintah Kabupaten Banjar. Kehadiran ini diharapkan mampu memperkuat sinkronisasi kebijakan tata ruang dan perlindungan lahan pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Banjar, Warsita menyampaikan melalui pelaksanaan ekspose akhir ini, hasil akhir pemutakhiran lahan baku sawah dapat segera disempurnakan dan dimanfaatkan secara optimal. Langkah taktis ini tidak hanya sekadar menyajikan angka statistik pertanahan yang akurat, tetapi juga menjadi instrumen esensial dalam mendukung perencanaan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
"Data Lahan Baku Sawah (LBS) memegang peranan dalam mendukung perencanaan pembangunan pertanian, perlindungan lahan pertanian pangan, serta menjaga keberlanjutan produksi dan ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Banjar," ujar Warsita.
Langkah ini dipersiapkan untuk rencana pemutakhiran nasional yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Penataan Agraria, Kementerian ATR/BPN. "Dalam prosesnya, kegiatan ekspose dan penyusunan kajian ini mengutamakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan penyuluh pertanian, akademisi, hingga perwakilan BPN. Melalui seluruh pihak dalam memberikan masukan, diharapkan sinkronisasi antara data lapangan dan peta dapat terwujud dengan baik, sehingga menghasilkan data LBS yang akurat," kata Warsita.
Sementara itu Kepala BRMP Kalimantan Selatan, Dr Wahida Annisa Yusuf menyampaikan Luas Lahan Baku Sawah (LBS) di Kabupaten Banjar terus menunjukkan tren positif. "Keberhasilan ini mendapat apresiasi atas kolaborasi antara Dinas Pertanian Kabupaten Banjar dan tim akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Melalui sinergi ini, Kabupaten Banjar sukses menjadi role model atau percontohan bagi kabupaten lain di Kalimantan Selatan, seperti Tanah Bumbu dan HSS dalam melakukan kajian pemutakhiran data lahan," ucap Wahida.
"Ke depan, validasi lapangan akan melibatkan peran aktif para penyuluh pertanian agar data yang diusulkan ke Kementerian ATR/BPN benar-benar akurat sesuai kondisi riil di lapangan," pungkas Wahida.
(Brigade Distan Syaripuddin)
