Disdik Banjar Perkuat Literasi, Numerasi, dan Digitalisasi Administrasi Guru PAUD se-Kecamatan Beruntung Baru
BERUNTUNG BARU, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar terus mendorong peningkatan kompetensi pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), termasuk dalam pengembangan literasi dan numerasi serta pemanfaatan teknologi digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengimbasan materi Pengembangan Literasi dan Numerasi serta Digitalisasi Administrasi dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bagi guru PAUD se-Kecamatan Beruntung Baru, Jumat (23/10/2026), bertempat di PAUD Harapan Bunda, Desa Handil Jawa.
Kegiatan ini didampingi Syamsuwal Qomar, S.Pd., selaku Pengawas TK Kecamatan Aluh-Aluh dan Beruntung Baru, serta diinisiasi Herlin Paulina, S.Pd., Ketua PKG PAUD Kecamatan Beruntung Baru. Materi disampaikan oleh guru dan kepala sekolah yang sebelumnya memperoleh pembekalan dari Dinas Pendidikan dengan narasumber dari BPMP Kalimantan Selatan. Pengimbasan tersebut menjadi sarana berbagi pengetahuan dan praktik baik untuk diterapkan di satuan PAUD masing-masing.
Salah satu materi yang diperkenalkan adalah pemanfaatan microsite sebagai laman web sederhana untuk menyimpan dan mengakses berbagai dokumen pembelajaran secara daring. Fasilitas ini diharapkan membantu guru mengelola materi ajar, media pembelajaran, RPP, serta dokumen administrasi sekolah dengan lebih praktis dan terorganisasi.
Syamsuwal Qomar mengatakan, penguasaan teknologi digital menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas kerja guru sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. “Dengan memanfaatkan microsite, guru PAUD dapat menyimpan materi, media pembelajaran, hingga RPP dalam satu tempat yang mudah diakses kapan saja. Digitalisasi ini diharapkan membuat pengelolaan dokumen lebih tertata dan pekerjaan guru menjadi lebih efisien,” ujarnya.
Selain digitalisasi administrasi, peserta juga mendalami strategi pengembangan literasi dan numerasi dasar yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Pembelajaran diarahkan pada pengenalan simbol, huruf, angka, dan benda di lingkungan sekitar, disertai kegiatan mengamati proses serta menyelesaikan persoalan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut mendorong anak belajar secara menyenangkan melalui aktivitas bermain dan pengalaman nyata.
Herlin Paulina menegaskan bahwa pengembangan literasi dan numerasi perlu diintegrasikan dengan kegiatan sehari-hari anak agar pembelajaran lebih bermakna. “Literasi di PAUD bukan sekadar mengenalkan huruf dan angka, tetapi juga mengajak anak mengenali lingkungan, mengamati berbagai proses, dan memecahkan masalah sederhana. Guru perlu merancang kegiatan bermain yang dekat dengan pengalaman anak sehingga mereka dapat belajar secara alami dan menyenangkan,” jelasnya.
Syamsuwal berharap hasil pengimbasan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi diterapkan dan dievaluasi di setiap satuan PAUD. Kegiatan yang berlangsung aktif melalui diskusi dan tanya jawab ini diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut untuk memperkuat pembelajaran serta pengelolaan administrasi digital di masing-masing gugus. Dengan demikian, para guru diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam mendorong layanan PAUD yang semakin berkualitas di Kecamatan Beruntung Baru.
