Cegah Kebaran Pascapanen, Distan Banjar Bersama DPKP Kalimantan Selatan Masifkan Olah Lahan
Dinas Pertanian Kabupaten Banjar (Distan) berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan olah lahan disawah pasca panen dibeberapa titik lokasi kecamatan. Kegiatan ini merupakan menindaklanjuti arahan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr Hanif Faisol Nurofiq, difokuskan pada pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa (13/10/2026).
Melalui strategi ini, sisa-sisa jerami padi yang ada di sawah pascapanen langsung diolah ke dalam tanah sehingga tidak berpotensi dibakar atau memicu titik api. Berdasarkan data identifikasi lapangan, terdapat sekitar 850 hektar lahan pascapanen yang menjadi target sasaran percepatan olah lahan agar risiko kebakaran lahan sawah dapat ditekan secara signifikan.
Untuk mendukung keberhasilan gerakan ini, sebanyak 42 unit alsintan yang terdiri dari traktor roda empat dan rotavator telah dikerahkan secara bertahap ke lokasi-lokasi strategis. Pengerahan alokasi alsintan tersebut tersebar di antaranya Kertak Hanyar (19 unit), Gambut (22 unit), dan Sungai Tabuk (11 unit) (termasuk alsintan dari brigade pangan dan cadangan dinas). Operasional di lapangan didukung penuh oleh Brigade Pangan dari berbagai kecamatan, meliputi Kecamatan Gambut, Sungai Tabuk, Kertak Hanyar, Martapura Barat, Beruntung Baru, dan Tatah Makmur.
Sejalan dengan kegiatan olah tanah cepat, para petugas di lapangan juga menggelar sosialisasi intensif kepada kelompok tani (Poktan) dan masyarakat sekitar. Imbauan tegas disampaikan agar petani tidak memicu pembakaran lahan maupun sisa panen, mengingat dampaknya yang amat buruk bagi kesehatan, polusi asap, hingga lumpuhnya berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi. Petani dianjurkan untuk memaksimalkan pemanfaatan alsintan yang tersedia, baik di Brigade Pangan maupun yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Banjar, Warsita mengungkapkan "Upaya percepatan olah tanah ini memiliki fungsi ganda, tidak hanya meminimalisasi ancaman Karhutla, tetapi juga mempersiapkan lahan untuk percepatan musim tanam tahap kedua menggunakan benih unggul. Bagi wilayah dengan ketersediaan air atau irigasi teknis, percepatan tanam juga diupayakan melalui optimalisasi pola PMAAS," ujar Warsita.
Warsita berharap agar hujan segera turun menyirami wilayah sawah-sawah tadah hujan, sehingga proses penanaman serentak dapat segera direalisasikan. Lewat integrasi pencegahan Karhutla dan percepatan tanam ini, produktivitas padi di Kabupaten Banjar diharapkan dapat terus dipertahankan demi menjaga ketahanan pangan daerah.
(Brigade Distan Syaripuddin)
