Cegah Kebakaran Lahan Perkebunan, Distan Gelar Rakor KTPA dan Brigade Karlabun
Dalam upaya menjaga produktivitas perkebunan dan kelestarian lingkungan, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar (Distan) melalui Bidang Perkebunan melaksanakan rapat koordinasi pengendalian kebakaran lahan perkebunan di Aula Distan, Selasa (13/10/2026).
Pentingnya langkah pencegahan sejak dini ketimbang sekadar pemadaman. Keberadaan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) dan Brigade Kebakaran Lahan Perkebunan (Karlabun) dinilai memegang peranan sangat strategis. KTPA diharapkan menjadi responsif mendeteksi titik api, sementara Brigade Karlabun bersiap memberikan tindakan pemadaman awal.
Efektivitas penanganan karhutla bergantung penuh pada soliditas koordinasi lintas sektor. Penanganan api tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi erat antara KTPA, Brigade Karlabun, Dinas Pertanian, BPBD, aparat keamanan, pemerintah desa, hingga perusahaan perkebunan setempat.
Melalui konsolidasi ini, terdapat lima sasaran konkret yang ditargetkan:
1. Pemetaan peta rawan kebakaran di wilayah perkebunan.
2. Kejelasan alur pelaporan dan alur komunikasi darurat.
3. Kesiapsiagaan penuh personel dan sarana-prasarana pendukung.
4. Peningkatan frekuensi patroli dan pemantauan di titik rawan (hotspot).
5. Pencatatan dan evaluasi kejadian secara akurat sebagai rujukan kebijakan mendatang.
Kepala Bidang Perkebunan, Abdul Basyid menekankan agar seluruh personel di lapangan tetap menjadikan keselamatan jiwa sebagai prioritas utama dan tidak ragu meminta bantuan armada skala besar apabila eskalasi api melampaui kapasitas penanganan awal.
"Melalui penguatan komunikasi dan pencegahan berbasis data riil lapangan, Kabupaten Banjar optimistis sektor perkebunan tetap produktif, lingkungan terawat, dan masyarakat terbebas dari ancaman asap," ujar Basyid.
Kegiatan turut dihadiri Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, dan 32 KTPA Sekabupaten Banjar.
(Brigade Distan Syaripuddin)
