DKPP Banjar Gelar Bimbingan Teknis Olahan Pangan Berbasis Bahan Lokal di Pondok Pesantren Takhashush Diniyah
Beruntung Baru, 13 Oktober 2026 — Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar melalui Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Olahan Pangan Berbasis Bahan Lokal Tahun 2026 di Pondok Pesantren Takhashush Diniyah, Desa Kampung Baru, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya DKPP Kabupaten Banjar dalam mendorong penganekaragaman konsumsi pangan melalui pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi produk olahan yang kreatif, bernilai tambah, dan berpotensi dikembangkan sebagai peluang usaha.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Alfian Noor, S.E. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pimpinan Pondok Pesantren Takhashush Diniyah, KH. Abdul Basit, serta para santri dan santriwati yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Dalam sambutannya, Alfian Noor menyampaikan bahwa pemanfaatan bahan pangan lokal perlu terus didorong agar masyarakat, termasuk generasi muda di lingkungan pondok pesantren, memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah bahan pangan yang tersedia di sekitar menjadi produk yang menarik dan memiliki nilai ekonomi.
Ia berharap melalui kegiatan ini, para santri dan santriwati tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pengolahan pangan, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas, meningkatkan keterampilan, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan dengan memanfaatkan potensi bahan pangan lokal.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Takhashush Diniyah, KH. Abdul Basit, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DKPP Kabupaten Banjar atas pelaksanaan kegiatan bimbingan teknis di lingkungan pondok pesantren yang dipimpinnya.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan yang baik bagi para santri dan santriwati untuk memperoleh pengetahuan serta keterampilan tambahan di luar pembelajaran sehari-hari. Keterampilan mengolah bahan pangan lokal diharapkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi para santri, baik selama menempuh pendidikan di pondok pesantren maupun ketika kembali dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Ia juga berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta kemandirian generasi muda.
Bimtek kali ini menghadirkan narasumber praktisi di bidang kuliner, Ibu Siti Mardiah, yang memberikan materi sekaligus pendampingan praktik pengolahan pangan kepada para peserta.
Dalam sesi praktik, para santri dan santriwati belajar membuat dua jenis produk olahan, yaitu keripik berbahan dasar pisang dan kacang kribo berbahan dasar kacang tanah. Kedua produk tersebut menjadi contoh pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah dijumpai dan dapat diolah menjadi camilan dengan cita rasa menarik serta berpotensi memiliki nilai jual.
Dengan terselenggaranya Bimtek Olahan Pangan Berbasis Bahan Lokal Tahun 2026 di Pondok Pesantren Takhashush Diniyah, diharapkan para santri dan santriwati dapat menerapkan ilmu yang diperoleh, mengembangkan inovasi olahan pangan, serta menjadi generasi yang mandiri, kreatif, dan mampu memanfaatkan potensi yang ada disekitar mereka, serta berkreasi di bidang kuliner serta melihat peluang usaha dari produk olahan sederhana.
