Kabut Asap Masih Pekat, TKN Pembina Aluh-Aluh Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
ALUH-ALUH, InfoPublik – Kondisi kabut asap yang masih pekat menyelimuti wilayah Desa Bunipah, Kecamatan Aluh-Aluh, mendorong TK Negeri Pembina Aluh-Aluh menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah (BDR), Sabtu (10/10/2026). Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik di tengah memburuknya kondisi udara.
Keputusan tersebut ditetapkan berdasarkan hasil koordinasi antara pihak sekolah, orang tua peserta didik, komite sekolah, dan pengawas sekolah, serta telah dilaporkan kepada Dinas Pendidikan setempat. Pelaksanaannya mengacu pada Surat Edaran Dinas Pendidikan Nomor 400.3.6.1/2157/Disdik/2026 yang memperkenankan satuan pendidikan terdampak kabut asap pekat melaksanakan PJJ dan/atau BDR dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan keselamatan peserta didik.
Kepala TK Negeri Pembina Aluh-Aluh, Um Masitah, S.Pd., menegaskan bahwa kesehatan anak menjadi pertimbangan utama dalam penetapan kebijakan tersebut. “Keselamatan dan kesehatan warga sekolah, terutama anak-anak didik kami, merupakan prioritas utama di TK Negeri Pembina Aluh-Aluh. Mengingat kabut asap yang semakin pekat, kami langsung berkoordinasi dengan komite, orang tua, dan pengawas untuk segera beralih ke sistem PJJ,” tegasnya.
Pengawas TK Kecamatan Aluh-Aluh, Syamsuwal Qomar, S.Pd., menyampaikan bahwa penerapan PJJ merupakan langkah yang sejalan dengan ketentuan Dinas Pendidikan. Ia juga mengapresiasi koordinasi yang dilakukan pihak sekolah dalam merespons kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan kesehatan peserta didik. “Penerapan PJJ yang dilakukan oleh TK Negeri Pembina Aluh Aluh adalah keputusan yang sangat tepat dan responsif,” ujarnya.
Meski pembelajaran tidak dilaksanakan secara tatap muka, pihak sekolah memastikan kegiatan pendidikan anak usia dini tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Aktivitas belajar dirancang secara sederhana agar sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak serta tidak membebani peserta didik selama berada di rumah.
Guru TK Negeri Pembina Aluh-Aluh, Malina, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan belajar melibatkan pendampingan orang tua, antara lain melalui aktivitas menggambar dan mewarnai. “Walaupun pembelajaran dilaksanakan secara PJJ, ini tidak mengurangi esensi pembelajaran PAUD itu sendiri. Anak-anak tetap belajar dengan gembira dan bermakna,” jelasnya. Hasil karya dan refleksi kegiatan harian selanjutnya dilaporkan kepada guru melalui grup WhatsApp kelas untuk menjadi bahan pemantauan perkembangan belajar anak.
Pihak TK Negeri Pembina Aluh-Aluh terus memperkuat sinergi dengan orang tua dalam mendukung keberlangsungan pembelajaran sekaligus memantau perkembangan kondisi udara di Desa Bunipah. Pembelajaran tatap muka akan dipertimbangkan kembali setelah kondisi dinilai membaik, dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan seluruh warga sekolah.
