Perkuat Perencanaan Sanitasi, Bapperida Banjar Gelar Rapat Koordinasi

MARTAPURA – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar terus mematangkan penyusunan dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Banjar melalui rapat koordinasi kajian sanitasi yang berlangsung di Aula Bauntung, Kantor Bapperida Kabupaten Banjar, Jumat (9/10/2026) siang.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menyelaraskan hasil kajian, target pencapaian sanitasi, serta perencanaan program agar dokumen SSK dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan pembangunan sanitasi daerah.

Acara dibuka oleh Plt Sekretaris Bapperida Kabupaten Banjar, Dedi Nurmadi, didampingi Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA), Nuri Ansari. Kegiatan tersebut dihadiri Tim Peneliti Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida, serta Bidang RIDA Bapperida Kabupaten Banjar. Pertemuan ini memperkuat koordinasi antara tim peneliti dan perangkat daerah dalam menyempurnakan substansi dokumen strategi sanitasi.

 


Dalam sambutannya, Dedi Nurmadi menekankan pentingnya koordinasi dan keselarasan antar pihak dalam proses penyusunan dokumen SSK Kabupaten Banjar. Menurutnya, hasil kajian perlu dimatangkan secara menyeluruh agar strategi yang dirumuskan dapat menjadi dasar perencanaan yang terarah dan mendukung pelaksanaan program sanitasi daerah. Ia juga menegaskan pentingnya memastikan keterkaitan antara program yang direncanakan dan anggaran belanja yang tercantum dalam dokumen, sehingga hasil pembahasan dapat ditindaklanjuti secara konsisten.

Pembahasan rapat berfokus pada skenario pencapaian target sanitasi Kabupaten Banjar dan penelaahan laporan akhir kajian sanitasi. Skenario pencapaian dibahas untuk menjadi acuan dalam perencanaan dan pelaksanaan program, sementara laporan akhir dikaji guna memastikan substansi serta hasil penelitian dapat digunakan dalam penyempurnaan dokumen SSK. Selain itu, peserta membahas pemantapan isi dokumen, termasuk pembaruan status desa dan kelurahan agar informasi yang tercantum sesuai dengan penyesuaian yang telah dilakukan.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah kesesuaian program sanitasi dengan anggaran belanja dalam dokumen SSK. Rapat juga membahas persiapan diseminasi hasil kajian yang direncanakan berlangsung di Universitas Lambung Mangkurat. Dalam hal ini, pihak ULM diharapkan mempersiapkan berbagai kebutuhan, melakukan koordinasi, serta memastikan kesiapan teknis agar kegiatan diseminasi dapat terlaksana dengan baik.

 


Diskusi berlangsung dinamis melalui pembahasan lintas bidang yang menyoroti penyempurnaan skenario target, substansi laporan akhir, pemutakhiran informasi wilayah, hingga keterkaitan program dengan penganggaran. Pertukaran pandangan antara tim peneliti Fakultas Teknik ULM dan jajaran Bapperida menjadi bagian penting untuk menyamakan pemahaman serta mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu dimantapkan. Pembahasan tersebut diarahkan agar dokumen SSK tidak hanya memuat hasil kajian, tetapi juga memiliki keselarasan antara target, program, dan dukungan anggaran.

Melalui rapat koordinasi ini, Bapperida Kabupaten Banjar berharap penyempurnaan dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten dapat berjalan lebih terarah dan menghasilkan perencanaan yang selaras dengan kebutuhan pembangunan sanitasi daerah.

Hasil pembahasan diharapkan menjadi bahan tindak lanjut bagi seluruh pihak terkait, sekaligus mendukung kesiapan diseminasi hasil kajian di ULM. Koordinasi dan sinergi antara tim peneliti dan perangkat daerah diharapkan terus terjaga sehingga dokumen SSK dapat menjadi landasan perencanaan program sanitasi yang lebih terintegrasi di Kabupaten Banjar.(Ione/Brigade Bapperida)


Komentar