Disdik Banjar Perkuat Peran Kader Posyandu SPM Pendidikan Tangani ATS di Madurejo

SAMBUNG MAKMUR, InfoPublik - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar memperkuat peran Kader Posyandu SPM Pendidikan dalam mendukung penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di tingkat desa. Penguatan tersebut dilakukan melalui koordinasi sekaligus pembinaan kapasitas kader Posyandu SPM Pendidikan di Desa Madurejo, Kecamatan Sambung Makmur. (8/10/2026)

Kabid Pembinaan PAUD dan PNF/Kesetaraan Disdik Banjar, Arliza Mayasari, menekankan pentingnya pemahaman kader terhadap cakupan pelayanan dasar pendidikan. "Posyandu bukan hanya memberikan layanan kesehatan dan PAUD. Posyandu memiliki peran yang lebih luas dalam mendukung pemenuhan pelayanan dasar masyarakat. Karena itu, kader Posyandu SPM Pendidikan juga perlu memiliki kepedulian terhadap anak usia sekolah, termasuk ketika menemukan anak yang tidak sekolah atau berisiko putus sekolah,” ujar Arliza.

Ia menjelaskan, kedekatan kader dengan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menemukan ATS sejak dini. Kader diharapkan mampu melakukan pendekatan secara persuasif, memahami kondisi anak dan keluarga, kemudian menghubungkannya dengan layanan pendidikan yang tepat, termasuk pendidikan nonformal melalui PKBM maupun SKB.

“Ketika kader menemukan ATS, jangan berhenti pada pendataan. Anak perlu disapa, dipahami penyebabnya, kemudian dirujuk kepada layanan pendidikan yang sesuai. Kader bukan datang untuk menyalahkan, tetapi hadir untuk menyapa dan membantu,” jelasnya.

Kader Posyandu SPM Pendidikan Desa Madurejo, Khasniah, menyambut baik pembinaan tersebut karena memberikan pemahaman baru mengenai keterlibatan kader dalam bidang pendidikan. "Pembinaan ini membuka pemahaman kami bahwa peran kader Posyandu tidak hanya berkaitan dengan kesehatan dan PAUD. Kami juga dapat membantu melihat kondisi anak-anak usia sekolah di lingkungan kami, terutama jika ada anak yang tidak sekolah,” ungkapnya.

Penguatan kader Posyandu SPM Pendidikan menjadi bagian dari implementasi SAPA ATS BANJAR (Sinergi Aksi Penanganan Anak Tidak Sekolah Berbasis Kolaborasi Antar Jejaring). Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar mendorong terbentuknya jejaring penanganan ATS dari tingkat kabupaten hingga desa, dengan melibatkan pemerintah desa, keluarga, satuan pendidikan, PKBM, SKB dan unsur terkait lainnya.

Kegiatan tersebut diharapkan semakin meneguhkan peran Posyandu sebagai bagian dari pelayanan dasar masyarakat sekaligus titik awal dalam menemukan anak yang membutuhkan perhatian pendidikan. Semangat “Kader Menyapa, Anak Kembali Belajar” menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan SAPA ATS BANJAR: Menyapa untuk Peduli, Bersinergi untuk Melayani, Bersama Wujudkan Solusi.


Komentar