Harapan Baru untuk Anak dengan Gangguan Pendengaran, RSUD Ratu Zalecha Lakukan Aktivasi Implan Koklea Pertama

Martapura, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha melaksanakan aktivasi implan koklea bagi pasien anak yang sebelumnya telah menjalani operasi pemasangan implan koklea. Kegiatan ini menjadi aktivasi implan koklea pertama yang dilakukan di rumah sakit tersebut, sekaligus yang pertama di Kabupaten Banjar dan Kalimantan Selatan untuk proses aktivasi yang dilakukan di rumah sakit (07/10/2026).
Dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala dan Leher (THT-KL), dr. Sri Sofhia Wahyuni, Sp.THT-KL, menjelaskan bahwa aktivasi dilakukan setelah pasien menjalani operasi sekitar dua hingga tiga minggu sebelumnya dan kondisi luka operasi telah sembuh.
“Pada hari ini kita melakukan kegiatan aktivasi implan koklea. Sekitar dua sampai tiga minggu yang lalu kita melakukan operasi pemasangan implan dan setelah lukanya sembuh, hari ini kita melakukan aktivasi,” jelasnya.

Menurut Sri Sofhia atau yang sering di sapa dr.yuyun, aktivasi tersebut bertujuan mengaktifkan alat yang telah dipasang di dalam telinga pasien sekaligus memastikan perangkat tersebut dapat bekerja dan berfungsi dengan baik.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, ada dua pasien yang menjalani proses aktivasi.
dr.yuyun menuturkan, operasi implan koklea sebelumnya memang pernah dilakukan di rumah sakit lain, namun proses aktivasi tidak dilakukan di rumah sakit tersebut. Sementara di RSUD Ratu Zalecha, operasi sekaligus aktivasi implan koklea dapat dilakukan di rumah sakit yang sama.
“Dengan kegiatan ini kita bisa membantu anak-anak yang memiliki gangguan pendengaran sangat berat. Apalagi dengan dua telinga yang mereka alami sejak lahir, tentunya mengalami gangguan bicara,” ujarnya.
Ia berharap layanan dan kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak anak dengan gangguan pendengaran dan gangguan bicara yang dapat memperoleh penanganan.
“Harapan kita jika ada anak-anak yang mempunyai masalah gangguan bicara kemudian ada gangguan pendengaran, bisa kita bantu,” katanya.
Direktur RSUD Ratu Zalecha Arief Rachman juga berharap ke depan semakin banyak anak dengan gangguan pendengaran maupun gangguan bicara yang dapat memperoleh penanganan melalui layanan yang tersedia di rumah sakit.
“Harapan kita jika ada anak-anak yang mempunyai masalah gangguan bicara kemudian ada gangguan pendengaran, bisa kita bantu,” katanya.

Kegiatan aktivasi tersebut turut disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H. Yudi Andrea, S.STP., M.H., Direktur beserta jajaran manajemen RSUD Ratu Zalecha , dan Dharma Wanita Persatuan RSUD Ratu Zalecha.
Keberlanjutan layanan ini diharapkan dapat memberikan peluang yang lebih baik bagi anak-anak dengan gangguan pendengaran berat untuk mendapatkan penanganan sejak dini sehingga dapat mendukung kemampuan komunikasi dan masa depan mereka. (Brigade Humas Raza)


Komentar