Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Lansia Bermartabat, Workshop Strategi Daerah Kelanjutusiaan Digelar di Kabupaten Banjar

BANJAR InfoPublik– Komitmen mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat terus diperkuat melalui kegiatan Workshop Penyusunan Strategi Daerah Kelanjutusiaan Untuk Mewujudkan Lansia Bermartabat yang dilaksanakan di Aula Bapperida Kabupaten Banjar pada Selasa (29/9/2026).


Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, layanan kesehatan, hingga komunitas lansia sebagai bentuk kolaborasi dalam menyusun arah kebijakan dan strategi daerah yang ramah terhadap kelompok lanjut usia.

Peserta yang hadir antara lain perwakilan dari Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, DKUMPP Kabupaten Banjar, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Banjar, Kementerian Agama Kabupaten Banjar, konsultan, Rumah Sakit Ratu Zalecha, Puskesmas Karang Intan dan Astambul, Camat Karang Intan, Kepala Desa Kelampaian Ilir dan Bi’ih, MUI Kabupaten Banjar, PD Muhammadiyah Banjar, STIT Darul Hijrah Martapura, Lazismu Kabupaten Banjar, Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar, PWRI Kabupaten Banjar, GOW Kabupaten Banjar, Muslimat Kabupaten Banjar, PD ‘Aisyiyah Banjar, pengelola Sekolah Lansia Cabang Karang Intan, Sungai Besar, Bi’ih, Sungai Alang dan Mandiangin, serta anggota Bina Keluarga Lansia dan Sekolah Lansia.

Workshop berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai tantangan dan peluang dalam meningkatkan kualitas hidup lansia, mulai dari aspek kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, spiritual, hingga pemberdayaan masyarakat. 
Hasil diskusi dan masukan dari berbagai pihak diharapkan menjadi dasar penyusunan strategi daerah yang berkelanjutan dan mampu menjawab kebutuhan lansia di Kabupaten Banjar.

Dalam sambutannya, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Banjar, Nadiyah, menyampaikan bahwa keberadaan lansia harus dipandang sebagai aset pembangunan yang memiliki pengalaman, kebijaksanaan, dan peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Lansia bukanlah kelompok yang harus dipandang sebagai beban, tetapi sebagai pribadi yang memiliki nilai, pengalaman, dan keteladanan. Melalui workshop ini kita berharap lahir strategi daerah yang benar-benar berpihak kepada lansia sehingga mereka dapat menikmati masa tua yang sehat, bahagia, mandiri, dan bermartabat. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci dalam mewujudkan Kabupaten Banjar yang ramah lansia,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Kecamatan Karang Intan, Nur Rasyid, menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap hasil workshop dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lanjut usia.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Lansia yang telah berkembang di beberapa desa di Kecamatan Karang Intan merupakan langkah positif yang perlu terus didukung oleh seluruh pihak.

Nur Rasyid berharap strategi yang disusun tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi dapat diterapkan secara nyata melalui program-program yang menyentuh kebutuhan lansia hingga tingkat desa.

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dan fasilitas kesehatan semakin kuat sehingga pelayanan kepada lansia dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Selain itu, dirinya menginginkan agar semakin banyak lansia yang terlibat aktif dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan pendidikan sehingga tetap produktif serta memiliki kualitas hidup yang baik di usia senja.

Salah satu anggota BSA Lansia/Sekolah Lansia, yang turut mengikuti kegiatan tersebut, mengaku senang dapat dilibatkan dalam proses penyusunan strategi daerah.

“Kami merasa dihargai karena diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan pengalaman sebagai lansia. Harapan kami, program-program yang nantinya disusun benar-benar membantu lansia agar tetap sehat, aktif, mandiri, serta mendapatkan perhatian dan pelayanan yang lebih baik,” ungkapnya.

Melalui workshop ini, diharapkan terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan lingkungan yang ramah lansia serta mendukung terwujudnya Kabupaten Banjar sebagai daerah yang memberikan perlindungan, pelayanan, dan pemberdayaan bagi para lanjut usia secara berkelanjutan.
(IP Kab Banjar Brigade Karang Intan/Hernadi)


Komentar