Karhutla di Kampung Baru, Tim Gabungan Bergerak Cepat Cegah Api Meluas

KAMPUNG BARU, 30 SEPTEMBER 2026 — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Desa Kampung Baru, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (30/9/2026) malam. Kebakaran melanda lahan pertanian milik masyarakat dengan perkiraan luas area yang terbakar mencapai sekitar 10 hektare.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 21.00 WITA setelah warga dan personel siaga menemukan kemunculan titik asap di kawasan lahan persawahan Desa Kampung Baru. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim darat segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan atau groundcheck.

Sekitar pukul 21.30 WITA, tim tiba di lokasi dan memastikan adanya kobaran api yang telah meluas di area lahan pertanian milik warga. Selanjutnya, sekitar pukul 21.40 WITA, upaya pemadaman sekaligus pembatasan perambatan api langsung dilakukan.

Relawan Perkutut Rescue bersama personel Polsek Beruntung Baru terlibat langsung dalam penanganan kebakaran. Pemadaman dilakukan secara darat menggunakan pompa air portabel dan selang sambung, disertai pembuatan sekat basah untuk mencegah api merambat ke arah permukiman warga maupun fasilitas Balai Desa.

Tim juga melakukan pembasahan lanjutan atau mopping up di area yang telah terbakar guna mengantisipasi munculnya kembali api, terutama pada bagian lahan yang masih menyimpan bara.
Kondisi lahan pertanian pascapanen yang relatif kering turut meningkatkan potensi perambatan api. Cuaca panas dengan hembusan angin sedang yang mengarah ke timur juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai selama proses penanganan.

Di lapangan, petugas menghadapi sejumlah kendala, terutama tidak tersedianya sumber air di sekitar lokasi serta akses menuju titik api yang cukup sulit. Kondisi medan menyebabkan lokasi kebakaran tidak dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat sehingga penanganan harus dilakukan dengan sarana dan personel yang dapat menjangkau titik api.

Relawan Perkutut Rescue dan Polsek Beruntung Baru terus bersinergi melakukan pemadaman dan pemantauan di sekitar lokasi. Penanganan dilakukan secara langsung untuk mencegah api meluas dan mendekati permukiman maupun fasilitas masyarakat.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api di sekitar lokasi. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di kawasan lahan pascapanen yang dalam kondisi kering.

Warga juga diingatkan agar tidak melakukan pembakaran sisa-sisa panen secara sembarangan serta segera melaporkan kepada petugas atau relawan apabila menemukan asap maupun indikasi kebakaran. Kewaspadaan dan respons cepat masyarakat diharapkan dapat mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.


Komentar