Kelompok Bul Sejahtera Sukses Gelar Hari Lapang Demplot Hortikultura, Tingkatkan Efisiensi dengan Inovasi Sprayer Daur Ulang
Kelompok Tani Bul Sejahtera sukses menyelenggarakan acara Hari Lapang (Field Day) Kamis 24 Sept 2026 untuk memamerkan hasil Demonstration Plot (Demplot) hortikultura unggulan mereka di Desa Pematang Panjang Kecamatan Sungai Tabuk, Kamis (24/9/2026).
Dinas Pertanian melalui Bidang Penyuluhan telah melaksanakan metode penyuluhan diseminasi teknologi melalui demplot di kelompok tani Bul Sejahtera dengan pengembangan komoditas cabai dan tomat.
Acara yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Pejabat Eselon III, Babinsa, BRMP, petani setempat dan tokoh masyarakat ini tidak hanya menyoroti keberhasilan panen, tetapi juga keberhasilan kelompok tani dalam menerapkan teknologi tepat guna berupa alat semprot (sprayer) inovatif yang dirakit dari barang bekas.
Demplot cabai dan tomat yang dikelola oleh Kelompok Bul Sejahtera ini bertujuan sebagai kebun percontohan untuk menerapkan praktik budidaya pertanian yang baik (Good Agricultural Practices). Hasilnya terbukti memuaskan, dengan tingkat pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktivitas buah yang melimpah. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi warga Desa Pematang Panjang untuk ikut mengoptimalkan lahan pertanian mereka dengan komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Salah satu kunci utama di balik efisiensi pemeliharaan kebun percontohan ini adalah kreativitas para petani dalam mengatasi keterbatasan alat pertanian. Kelompok Bul Sejahtera berhasil merancang dan merakit sprayer bertenaga baterai secara mandiri menggunakan material limbah dan barang bekas, seperti jerigen plastik yang sudah tidak terpakai, dipadukan dengan dinamo pompa kecil dan baterai isi ulang.
Inovasi sprayer rakitan ini memberikan dampak yang sangat signifikan selama fase pemeliharaan tanaman. Beberapa keunggulan inovasi ini antara lain diantaranya
Efisiensi Waktu dan Tenaga, Sistem pompa elektrik bertenaga baterai membebaskan petani dari keharusan memompa sprayer secara manual, sehingga penyemprotan area demplot dapat diselesaikan jauh lebih cepat dan tidak menguras tenaga.
Menekan biaya produksi, pemanfaatan barang bekas membuat alat ini jauh lebih terjangkau dibandingkan harus membeli sprayer elektrik pabrikan dengan harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Ramah lingkungan mendaur ulang limbah plastik (jerigen bekas) menjadi alat produktif turut berkontribusi pada pengurangan sampah di lingkungan desa.
"Keberadaan sprayer modifikasi dari barang bekas ini sangat membantu dan meringankan kerja kami di lapangan. Dulu menyemprot kebun terasa sangat melelahkan, tapi sekarang dengan bantuan baterai, perawatannya jadi cepat dan merata. Hasil panen cabe dan tomat pun bisa maksimal karena jadwal pemeliharaan tidak pernah terhambat oleh masalah fisik atau mahalnya alat," ujar Yuda perwakilan Kelompok Bul Sejahtera.
Ke depannya, Kelompok Bul Sejahtera berencana untuk terus menyempurnakan inovasi ini dan bersedia membagikan ilmu perakitannya kepada kelompok tani lain di sekitar Desa Pematang Panjang. Melalui Hari Lapang ini, mereka membuktikan bahwa dengan semangat gotong royong dan inovasi sederhana, ketahanan pangan tingkat desa dan kesejahteraan petani dapat ditingkatkan secara mandiri.
(Brigade Distan Dwi Retnani)
