Dorong Pertanian Berkelanjutan, Distan Banjar Sosialisasi Pengolahan Lahan Tanpa Bakar di Desa Guntung Ujung
Sebagai langkah nyata mencegah potensi kebakaran lahan pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar (Distan) melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura melaksanakan sosialisasi Pengolahan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) di Aula Desa Guntung Ujung Kecamatan Gambut, Kamis (17/9/2029).
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta edukasi kepada para petani mengenai dampak buruk dari pembakaran lahan, sekaligus memberikan solusi teknis cara mengolah lahan pertanian yang ramah lingkungan tanpa harus membakar.
Melalui penerapan metode Pengolahan Lahan Tanpa Bakar (PLTB), para petani diharapkan dapat memanfaatkan sisa-sisa jerami atau limbah tanaman menjadi kompos dan pupuk organik yang justru dapat menyuburkan tanah serta meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
Langkah antisipasi dan edukasi ini menjadi bagian penting dari upaya bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan, mencegah bahaya kabut asap, serta mewujudkan sistem pertanian berkelanjutan di wilayah Kabupaten Banjar.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Nurul Chatimah mengungkapkan menjelang periode tanam Oktober–Maret 2026/2027, Distan Banjar menerbitkan imbauan tegas larangan pembakaran lahan untuk mengantisipasi bahaya kemarau panjang. "Mari kita tinggalkan praktik pembakaran lahan dan beralih kepada pengelolaan lahan yang aman, produktif, dan ramah lingkungan. Lindungi lahan, lindungi lingkungan, dan lindungi masa depan generasi kita," tegas Nurul Chatimah.
Nurul Chatimah mengingatkan bahwa kebiasaan membakar sisa tanaman dan jerami tidak hanya merusak struktur tanah, tetapi juga memicu ancaman nyata bagi masyarakat luas. "Pembakaran lahan, termasuk pembakaran sisa tanaman dan jerami, tidak hanya berpotensi menyebabkan kebakaran yang lebih luas, tetapi juga dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat," ujar Nurul.
Pengolahan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) merupakan solusi konkrit untuk menjaga ekosistem pertanian tetap subur. Distan mendorong peralihan metode pembersihan lahan menggunakan alat mesin pertanian (alsintan). "Kami mengimbau petani agar melakukan pengolahan lahan tanpa pembakaran dengan memanfaatkan alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti traktor, rotavator, serta memanfaatkan sisa jerami sebagai bahan organik atau kompos," pungkas Nurul.
Kegiatan turut dihadiri narasumber dari Dosen Fakultas Pertanian ULM Joko Purnomo, Koordinator Penyuluh serta PPL Gambut, Kepala Desa Guntung Ujung, dan petani setempat.
(Brigade Distan Syaripuddin)
