Kolaborasi SMPN 2 Martapura dan PKBM Insan Sekumpul Jaring 7 Anak Tidak Sekolah

MARTAPURA, InfoPublik - Upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) terus diperkuat melalui kepedulian dan kolaborasi satuan pendidikan dengan lembaga pendidikan masyarakat. SMPN 2 Martapura bersama PKBM Insan Sekumpul melakukan penjangkauan di wilayah sekitar sekolah untuk memastikan anak yang belum memperoleh layanan pendidikan kembali mendapatkan akses belajar. (15/9/2026)

Kegiatan penjangkauan dilakukan dengan menyisir lingkungan sekitar dan mengidentifikasi anak yang mengalami putus sekolah maupun belum pernah mengenyam pendidikan. Kolaborasi tersebut menjadi langkah konkret untuk menemukan solusi pendidikan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing anak.

Hasil pendataan dan penelusuran lapangan berhasil menjaring tujuh anak yang selanjutnya diarahkan untuk mengikuti pendidikan kesetaraan di PKBM Insan Sekumpul. Penempatan dilakukan berdasarkan usia serta kebutuhan pendidikan sehingga setiap anak dapat mengikuti pembelajaran pada jenjang yang sesuai.

Dari tujuh anak tersebut, empat anak ditempatkan pada program Paket A yang setara dengan jenjang Sekolah Dasar. Sementara tiga anak lainnya mengikuti program Paket B yang setara dengan jenjang Sekolah Menengah Pertama.

“Penjangkauan Anak Tidak Sekolah membutuhkan kepedulian dan kerja sama dari berbagai pihak. Kami bersyukur tujuh anak berhasil ditemukan dan bersedia kembali mengikuti pendidikan sesuai dengan jenjang yang dibutuhkan,” ujar pihak SMPN 2 Martapura.

Upaya tersebut juga mendapat respons positif dari anak-anak yang telah terjaring. Sejak minggu ini, ketujuh anak tersebut telah resmi mengikuti kegiatan belajar mengajar di PKBM Insan Sekumpul sehingga tidak perlu menunggu waktu lama untuk kembali memperoleh layanan pendidikan.

Kolaborasi SMPN 2 Martapura dan PKBM Insan Sekumpul diharapkan menjadi contoh kepedulian bersama dalam penanganan ATS. Langkah ini menunjukkan bahwa sinergi antara satuan pendidikan dan lembaga pendidikan kesetaraan dapat membuka kembali kesempatan belajar bagi anak-anak yang sempat tertinggal, sekaligus mendukung terwujudnya akses pendidikan yang lebih inklusif di Kabupaten Banjar.


Komentar