Disdik Banjar dan Direktorat SD Kemdikdasmen Perkuat Digitalisasi Pembelajaran Melalui Bimtek Daerah

BANJARBARU, InfoPublik – Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar menyelenggarakan Bimbingan Teknis Daerah Digitalisasi Pembelajaran Jenjang SD di Fave Hotel Banjarbaru, 14–17 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti 50 peserta, khususnya dari satuan pendidikan yang belum mendapatkan intervensi pelatihan digitalisasi pembelajaran.

Kegiatan dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny, S.T., M.S., yang menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar penerapan perangkat teknologi, tetapi bagian dari transformasi kualitas pendidikan. “Hari ini kita tidak sekadar melaksanakan sebuah kegiatan bimbingan teknis. Kita sedang membangun fondasi perubahan pendidikan di Kabupaten Banjar,” ujarnya.

Liana menjelaskan, perkembangan teknologi telah mengubah cara peserta didik belajar, guru mengajar, serta sekolah memberikan layanan pendidikan. Karena itu, pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih berkualitas dan memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi peserta didik. “Teknologi secanggih apa pun tidak akan memberikan dampak apabila tidak diikuti oleh guru yang memiliki kompetensi, kemauan untuk belajar, dan keberanian untuk melakukan perubahan,” tegasnya.

Salah satu fokus digitalisasi pembelajaran yang terus didorong Disdik Kabupaten Banjar ialah pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID). Hingga 2026, peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan PID telah diintervensi pada 157 satuan pendidikan atau sebesar 42,43 persen. Capaian tersebut mencakup Bimbingan Teknis Digitalisasi Pembelajaran Akselerasi, peningkatan keterampilan guru menggunakan PID, integrasi PID dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, serta Bimtek Nasional dan Bimtek Daerah Digitalisasi Pembelajaran.

Peserta Bimtek Daerah kali ini diarahkan kepada sekolah-sekolah yang belum memperoleh intervensi, dengan mempertimbangkan sebaran kecamatan secara proporsional. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen Disdik Kabupaten Banjar untuk mendorong pemerataan transformasi digital agar kesempatan peningkatan kompetensi tidak hanya dirasakan oleh sekolah yang telah memiliki kesiapan lebih baik.

Penguatan ekosistem digital juga dilakukan dengan membentuk Tim Pendamping Pemanfaatan TIK Digitalisasi Pembelajaran Jenjang Sekolah Dasar atau Pejuang Digital. Liana berharap tim tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi aktif mendampingi guru, menjadi tempat bertanya, berbagi praktik baik, serta menggerakkan budaya belajar digital di satuan pendidikan.

“Kita ingin pemanfaatan PID di Kabupaten Banjar meningkat bukan hanya secara kuantitas, tetapi juga secara kualitas. Bukan sekadar bisa menggunakan perangkat, tetapi mampu menggunakannya secara tepat,” kata Liana. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Direktorat SD Kemdikdasmen atas kesempatan penyelenggaraan Bimtek Daerah tersebut, terlebih pada 2026 hanya dua kabupaten di Kalimantan Selatan yang mendapat kesempatan, yakni Kabupaten Banjar dan Kabupaten Kotabaru.


Komentar