Bapperida Banjar Tingkatkan Kesadaran Pegawai tentang Bahaya Kanker
MARTAPURA – Upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar melalui sosialisasi penyakit kanker dan pencegahannya. Kegiatan yang diikuti seluruh karyawan dan karyawati Bapperida tersebut digelar bekerja sama dengan Yayasan Pencegahan Kanker Nusantara (YPKN) Kalimantan Selatan di Aula Baiman Kantor Bapperida Banjar, Senin (14/9/2026) siang.
Kegiatan dibuka Plt Sekretaris Bapperida Kabupaten Banjar, Dedi Nurmadi. Ia menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman kepada pegawai mengenai kanker, faktor yang dapat meningkatkan risikonya, serta pentingnya melakukan langkah pencegahan sejak dini.
Menurut Dedi, pengetahuan mengenai kesehatan perlu dimiliki setiap individu karena pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti pemaparan narasumber dengan baik dan memperhatikan berbagai informasi yang disampaikan selama sosialisasi.
Ia juga mengajak peserta untuk aktif bertanya, terutama mengenai penyebab kanker, faktor risikonya, pemeriksaan kesehatan, serta pola hidup yang dapat diterapkan untuk menekan risiko penyakit tersebut. Informasi yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada peserta, tetapi juga dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Perwakilan YPKN Kalimantan Selatan, Yuli Virma, menjelaskan sejumlah faktor yang berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker, di antaranya gaya hidup tidak sehat, pola makan yang kurang baik, serta kurangnya aktivitas fisik. Ia menekankan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan.
Yuli mengatakan, salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah sebagian orang baru mengetahui adanya kanker ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut. Kondisi tersebut membuat penanganan menjadi lebih kompleks. Karena itu, menurutnya, pemeriksaan secara medis dan deteksi dini menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan lebih awal.
“Kanker sangat rentan terjadi pada perempuan, tetapi juga dapat terjadi pada laki-laki. Oleh karena itu, sebaiknya dilakukan pemeriksaan secara medis, baik melalui layanan gratis maupun berbayar. Terkait penggunaan bahan herbal seperti temu putih, masyarakat perlu memperhatikan pengolahan dan penggunaannya secara tepat serta tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan,” ujarnya.
Salah satu peserta sosialisasi, Alex, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan memberikan pengetahuan mengenai berbagai faktor yang dapat memicu kanker sekaligus pentingnya menjaga pola hidup sehat.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami menjadi lebih mengetahui apa saja yang dapat menjadi pemicu kanker, sehingga pencegahan bisa dilakukan sejak dini,” katanya.(Ione/Brigade Bapperida)
