Tingkatkan Literasi Digital Guru, Disdik Banjar Gelar Workshop Coding dan Kecerdasan Artifisial
MARTAPURA, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar melalui Bidang Pembinaan SD menggelar Workshop Coding dan Kecerdasan Artifisial (AI) bagi Guru Sekolah Dasar se-Kabupaten Banjar. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 14–16 September 2026, bertempat di Aula KH. Kasyful Anwar, Martapura.
Sebanyak 330 guru sekolah dasar dari berbagai wilayah di Kabupaten Banjar mengikuti kegiatan tersebut. Workshop menghadirkan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Selatan untuk memberikan penguatan pengetahuan dan keterampilan terkait coding serta pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam dunia pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny, S.T., M.S., secara resmi membuka kegiatan. Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, sehingga guru perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan tersebut.
“Perkembangan teknologi digital yang demikian pesat telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kehadiran kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) memberikan peluang sekaligus tantangan bagi kita semua, khususnya bagi para pendidik,” ujar Hj. Liana Penny.
Menurutnya, guru tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga perlu mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, kreatif, aman, dan bertanggung jawab. Ia berharap peserta dapat memahami konsep dasar coding dan AI serta mengimplementasikannya dalam pembelajaran agar proses belajar menjadi lebih menarik, kreatif, inovatif, dan sesuai kebutuhan peserta didik.
“Saya mengharapkan agar kegiatan ini tidak berhenti pada tataran teori. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berdiskusi, berlatih, dan berbagi pengalaman. Hasil dari workshop ini hendaknya dapat diterapkan di sekolah masing-masing dan dikembangkan menjadi praktik baik yang dapat dibagikan kepada guru-guru lainnya,” katanya.
Hj. Liana Penny juga mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi secara etis, aman, dan bertanggung jawab. Kecerdasan artifisial diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat peran guru, bukan menggantikannya, sehingga sentuhan pendidik, keteladanan, penguatan karakter, budaya, dan kearifan lokal tetap menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di Kabupaten Banjar.
