DKUMPP Banjar Lakukan Pembinaan dan Pendampingan UMKM Inklusif Simpang Empat
Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar melakukan kunjungan ke Kelompok Inklusif UMKM Kecamatan Simpang Empat dalam rangka Pembinaan dan Pendampingan pada Kamis, (10/9/2026). Kegiatan ini dihadiri sebanyak 25 orang pelaku usaha mikro yang menjadi anggota kelompok tersebut.
Kepala DKUMPP Banjar Akhmad Bayhaqie dalam sambutannya menyatakan bahwa pemerintah sangat memperhatikan perkembangan UMKM menuju UMKM yang maju, mandiri dan berdaya saing.
“DKUMPP Banjar sangat peduli terhadap perkembangan kemajuan usaha UMKM daerah. Oleh karena itu, kami mengadakan pembinaan sekaligus pendampingan terhadap Kelompok Inklusif UMKM agar dapat secara langsung memantau keadaannya di lapangan. Pada hari ini, tujuan kami adalah Kelompok Inklusif UMKM Simpang Empat. Kami berharap dengan kehadiran DKUMPP Banjar kali ini dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyampaikan informasi terkait program-program pemerintah yang dapat memfasilitasi usaha Bapa Ibu sekalian, kemudian kami juga mempersilahkan Bapa Ibu untuk menyampaikan aspirasi dan kendala saat berwirausaha agar dapat menuju pemecahan masalah yang terbaik,” jelas Bayhaqie.
Pada kesempatan ini, DKUMPP Banjar menghadirkan narasumber dari Bank Kalsel yang diwakili oleh Zhain Nur Rahman.
"Saya selaku perwakilan dari Bank Kalsel, biasa dipanggil Zhain sangat mengapresiasi kehadiran peserta kelompok inklusif usaha mikro dari Simpang Empat. Tujuan kami adalah menyampaikan program pemerintah dalam hal permodalan yang biasanya menjadi sumber utama permasalahan UMKM dalam mengembangkan usahanya. Oleh karena itu, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi solusi terbaik untuk menambah modal usaha Bapa/Ibu sekalian, bunganya rendah hanya 6% karena sisanya disubsidi oleh pemerintah. Dalam hal pelunasan pun bisa dipilih tenggat waktunya sesuai kesepakatan, privasi juga aman terjaga. Kemudian jika pian sekalian berminat, kami juga menyediakan pelayanan dalam pembuatan Qriss Bank Kalsel untuk mempermudah transaksi pembayaran saat berwirausaha” singkat Zhain.
Narasumber selanjutnya dari BPJS Ketenagakerjaan oleh Ely Ratna Wiyatiningsih.
"Jika dalam hal permodalan sudah ada Bank Kalsel, maka selanjutnya saya ingin menyampaikan bahwa selaku UMKM sudah seharusnya Bapa Ibu sadar akan pentingnya keselamatan kerja dalam berwirausaha. Masalahnya, hal ini sering dianggap sepele, sehingga dapat mengakibatkan kecelakaan kerja yang bahkan fatal. Seringkali UMKM tidak memiliki dana darurat untuk pengobatan bahkan pemakaman jika yang bersangkutan meninggal. Oleh karena itu, inilah saatnya UMKM untuk bergabung dalam program kami yaitu BPJS Ketenagakerjaan, sebab dalam layananannya terdapat produk berupa jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, dan jaminan kematian. Jika pian menjadi nasabah, maka fasilitas tersebut dapat diakses guna menjaga kelangsungan hidup pian dan bagi ahli waris yang ditinggalkan jika pian meninggal," singkat Ely.
Rudy Mulyadi selaku Kepala Bidang Usaha Mikro sebelum menutup acara menambahkan bahwa pemerintah juga telah meluncurkan paltform SAPA UMKM yang sangat berguna bagi UMKM untuk memvalidasi data mereka sebagai UMKM secara resmi.
"Melalui SAPA UMKM yang dapat diunduh dari Playstore/Appstore pada HP masing-masing, maka memudahkan pian memvalidasi data diri dan usaha. Selain itu, UMKM juga dapat mendaftarkan usahanya secara mandiri yang nanti datanya sangat berguna bagi pemerintah dalam menyusun program dan kebijakan. Bapa Ibu sekalian selaku UMKM juga dapat menikmati berbagai layanan mulai pra hingga paska produksi melalui fitur-fitur yang disediakan SAPA UMKM. Maka dari itu manfaatkanlah dengan baik," tutup Rudy.
