Bapperida dan HWDI Saling Bersinergi Bahas Pembangunan Inklusif
MARTAPURA - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar menerima kunjungan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (12/9/2026) pagi. Kunjungan yang berlangsung di Klinik Perencanaan Kantor Bapperida Kabupaten Banjar tersebut diterima Plt Sekretaris Bapperida Kabupaten Banjar, Dedi Nurmadi, didampingi Fungsional Perencana Muda Sihabuddin, Haris dan Dewi Sari. Pertemuan menjadi ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi, pengalaman, kebutuhan, serta berbagai tantangan yang dihadapi perempuan penyandang disabilitas dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.
Dedi Nurmadi menyampaikan, kunjungan HWDI menjadi suatu kehormatan sekaligus kesempatan bagi Bapperida untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi dan kebutuhan perempuan penyandang disabilitas. Menurutnya, masukan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan, karena pembangunan tidak hanya berbicara mengenai program dan anggaran, tetapi juga bagaimana kebijakan yang disusun benar-benar mampu menjawab kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
“Pembangunan inklusif harus memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi setiap warga, termasuk penyandang disabilitas, khususnya perempuan penyandang disabilitas. Kesetaraan akses terhadap pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, kesempatan ekonomi, pelayanan publik hingga ruang partisipasi dalam pembangunan perlu terus diperkuat. Karena itu, perspektif dan pengalaman HWDI dinilai penting untuk memperkaya kualitas perencanaan pembangunan Kabupaten Banjar.” Tegasnya.
Dedi juga berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan silaturahmi, tetapi menghasilkan identifikasi permasalahan, kebutuhan dan usulan konkret yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan daerah ke depan.
“Bapperida terbuka terhadap kolaborasi dan sinergi bersama HWDI maupun organisasi masyarakat, kelompok penyandang disabilitas, dunia usaha, perguruan tinggi serta pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong kebijakan pembangunan yang semakin tepat sasaran dan memberikan dampak nyata” ungkap Dedi
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan HWDI menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pemenuhan dan perlindungan hak penyandang disabilitas di Kabupaten Banjar. Salah satu perhatian utama adalah kebutuhan pemutakhiran data penyandang disabilitas tahun 2026 yang dinilai belum lengkap dan akurat. HWDI mengusulkan adanya sinergi Bapperida bersama Dinas Sosial untuk memperbarui data di seluruh wilayah Kabupaten Banjar agar program, bantuan dan perencanaan pembangunan dapat lebih tepat sasaran.
HWDI juga meminta keterlibatan langsung penyandang disabilitas dalam proses perencanaan pembangunan mulai dari Musrenbang desa, kecamatan hingga kabupaten, termasuk adanya kuota bagi perwakilan organisasi disabilitas. Selain itu, HWDI mendorong penyediaan Juru Bahasa Isyarat dalam Musrenbang, Forum Konsultasi Publik, FGD maupun rapat kerja agar penyandang disabilitas tuli dapat mengikuti dan memahami proses pembahasan.
HWDI menekankan pentingnya menempatkan penyandang disabilitas sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek, serta memastikan aspek aksesibilitas fisik, pelayanan dan informasi diperhatikan dalam setiap kebijakan.
Dari kunjungan tersebut, Bapperida Kabupaten Banjar menyambut baik berbagai aspirasi yang disampaikan HWDI sebagai bahan masukan dalam memperkuat perencanaan pembangunan yang inklusif.
Sinergi dengan organisasi penyandang disabilitas diharapkan dapat terus dibangun, sehingga kebutuhan dan hak penyandang disabilitas dapat lebih terakomodasi dalam proses perencanaan, pelaksanaan hingga pemantauan pembangunan. HWDI Kabupaten Banjar sendiri menyatakan kesiapan menjadi mitra tetap Bapperida dalam merencanakan, melaksanakan dan mengawasi program yang menyangkut kepentingan perempuan serta keluarga penyandang disabilitas.(Ione/Brigade Bapperida)
