Penggiat CSR Banjar Dinilai Lewat Tujuh Indikator
MARTAPURA - Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) terus mendorong peran dunia usaha dan berbagai pihak dalam mendukung pembangunan daerah melalui Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) atau Corporate Social Responsibility (CSR). Apresiasi tersebut diwujudkan melalui CSR Award yang diberikan kepada perusahaan, rumah sakit swasta, yayasan pendidikan maupun individu yang dinilai mengambil peran dan memberikan kontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Banjar.
Salah satu kategori yang mendapat perhatian dalam CSR Award adalah Individu Penggiat CSR. Untuk menilai kiprah dan implementasi TSP berkelanjutan pada kategori tersebut, Bapperida Kabupaten Banjar melaksanakan penilaian presentasi pada Jumat (11/9/2026) di Aula Bauntung Lantai III Kantor Bapperida Kabupaten Banjar. Kegiatan dibuka oleh Plt Sekretaris Bapperida Kabupaten Banjar, Dedi Nurmadi, dengan proses penjurian dilaksanakan secara luring dan daring oleh tiga juri independen yang memiliki kompetensi sesuai bidang masing-masing.
Dalam sambutannya, Dedi Nurmadi menyampaikan bahwa CSR tidak semata-mata dipandang sebagai bentuk kepedulian, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi nyata berbagai pihak dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, keberadaan individu maupun lembaga yang secara konsisten mengambil peran melalui program TSP merupakan potensi yang perlu diapresiasi dan terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
Dedi
juga menekankan pentingnya memastikan setiap inisiatif CSR memiliki manfaat
nyata, terarah dan berkelanjutan. Melalui proses penilaian CSR Award, Bapperida
ingin melihat berbagai praktik baik yang telah dilakukan sekaligus memberikan
penghargaan kepada pihak-pihak yang mampu menghadirkan gagasan, kolaborasi dan
inovasi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Banjar.
Dalam proses penilaian, masing-masing juri memberikan penilaian berdasarkan sejumlah indikator yang telah ditetapkan. Juri isi, Hj. Mardiana, Herry Azhar Paradana serta Rachmad Ferdiansyah masing-masing menilai seluruh aspek yang berkaitan dengan Inisiatif dan Kepemimpinan, Dampak, Program, serta Kolaborasi aspek Inovasi dan Keberlanjutan, selain itu juga menilai aspek Pelaporan dan Akuntabilitas. Keseluruhan indikator tersebut menjadi bagian penting dalam melihat kualitas dan konsistensi implementasi TSP yang dilakukan peserta.
Penilaian tidak hanya melihat ada atau tidaknya kegiatan CSR, tetapi juga bagaimana sebuah inisiatif dibangun, dijalankan, memberikan dampak, melibatkan pihak lain, menghadirkan inovasi, serta mampu dipertahankan secara berkelanjutan. Aspek pelaporan dan akuntabilitas juga menjadi perhatian untuk melihat sejauh mana pelaksanaan program dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan gambaran yang jelas mengenai manfaat yang telah dihasilkan.
Proses penilaian presentasi ini selanjutnya akan menjadi salah satu tahapan dalam menentukan individu penggiat CSR yang dinilai memiliki praktik terbaik dalam implementasi TSP berkelanjutan di Kabupaten Banjar. Melalui penilaian oleh juri yang independen dan kompeten, diharapkan hasil CSR Award dapat memberikan gambaran objektif terhadap kontribusi para penggiat CSR sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kepedulian dan keterlibatan mereka dalam pembangunan daerah.
Bapperida Kabupaten Banjar berharap CSR Award tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi mampu mendorong semakin banyak pihak untuk mengambil bagian dalam pembangunan melalui program yang inovatif, kolaboratif, berdampak dan berkelanjutan.
Dengan semakin kuatnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, rumah sakit, yayasan dan masyarakat, kontribusi TSP diharapkan dapat semakin tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banjar.(Ione/Brigade Bapperida)
