Perkuat Peran Kepala Sekolah, Disdik Banjar Dorong Supervisi Pembelajaran Mendalam

MARTAPURA, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar melalui Bidang Pembinaan SD menggelar Bimbingan Teknis Supervisi Akademik Pembelajaran Mendalam bagi Kepala Sekolah, Rabu (9/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di BPMP Provinsi Kalimantan Selatan tersebut diikuti 180 kepala sekolah dasar di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kepala sekolah dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin pembelajaran. Peserta dibekali pemahaman mengenai konsep, prinsip, karakteristik, serta implementasi pembelajaran mendalam dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan.

Aspek supervisi akademik juga menjadi perhatian utama, khususnya kemampuan kepala sekolah dalam merencanakan supervisi secara sistematis, melakukan observasi pembelajaran, memberikan umpan balik, serta menyusun tindak lanjut sesuai kebutuhan guru dan karakteristik sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny, S.T., M.S., saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa perubahan zaman menuntut satuan pendidikan untuk terus beradaptasi. Kepala sekolah dinilai memiliki posisi strategis dalam menggerakkan perubahan dan peningkatan mutu pembelajaran.

“Dunia berubah dengan cepat, kebutuhan peserta didik berubah, dan cara kita mendidik juga harus terus berkembang. Kepala sekolah bukan hanya pengelola sekolah, tetapi pemimpin pembelajaran,” ujar Liana.

Ia menegaskan, pembelajaran mendalam tidak sekadar berorientasi pada penyelesaian materi maupun pencapaian nilai, tetapi mendorong peserta didik untuk memahami, menerapkan, berpikir, merefleksikan, serta menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata. Supervisi pun perlu ditempatkan sebagai proses pendampingan dan pengembangan profesional guru.

“Supervisi bukan untuk mencari kesalahan guru. Supervisi adalah kesempatan untuk membantu guru menjadi lebih baik. Supervisi juga bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi harus menjadi proses refleksi, pendampingan, dan perbaikan yang berdampak langsung kepada peserta didik,” tegasnya.

Liana berharap hasil bimtek tidak berhenti pada catatan atau sertifikat, tetapi diterapkan di sekolah masing-masing. Kepala sekolah didorong untuk mendampingi guru, melakukan observasi pembelajaran, memberikan umpan balik, melaksanakan refleksi, serta menjalankan perbaikan secara berkelanjutan demi terwujudnya pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan.



Komentar