Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Camat Karang Intan Ikuti Workshop Manajemen Risiko Pembangunan Daerah Workshop Manajemen Risiko Pembangunan
BANJAR InfoPublik –
Camat Karang Intan H. Pusaro Riyanto, bersama Kasubbag Perencanaan, Keuangan dan Aset Kecamatan Karang Intan, Neni Ruyanti, menghadiri Workshop Manajemen Risiko Pembangunan Daerah yang diselenggarakan di Wilkiam Tandiono Building, Gambut, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur pemerintah daerah, perangkat daerah, kecamatan, serta para pengelola perencanaan dan keuangan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel melalui penerapan manajemen risiko dalam pembangunan daerah.
Dalam paparannya, Kepala Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Ayi Riyanto, menyampaikan bahwa manajemen risiko merupakan instrumen penting dalam memastikan keberhasilan pelaksanaan program pembangunan.
Menurutnya, setiap kegiatan pemerintah memiliki potensi risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi apabila tidak dikelola secara tepat.
Beliau menjelaskan bahwa penerapan manajemen risiko bukan hanya untuk mengidentifikasi hambatan, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi permasalahan sebelum terjadi.
Dengan demikian, pemerintah dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dr. Ayi Riyanto menekankan bahwa budaya sadar risiko harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh aparatur pemerintah. Setiap perangkat daerah diharapkan mampu melakukan identifikasi risiko, analisis dampak, penyusunan langkah mitigasi, serta pemantauan secara berkelanjutan terhadap risiko-risiko yang mungkin muncul dalam pelaksanaan program dan kegiatan.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa penerapan manajemen risiko yang baik akan mendukung pencapaian target pembangunan daerah, memperkuat Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), serta meningkatkan tingkat akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.
"Manajemen risiko bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi merupakan alat pengendalian yang membantu pemerintah mencapai tujuan pembangunan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Risiko yang dikenali sejak awal akan lebih mudah dikendalikan dibandingkan risiko yang baru diketahui setelah menimbulkan dampak," jelasnya.
Camat Karang Intan H. Pusaro Riyanto, menyambut positif materi yang disampaikan dalam workshop tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai manajemen risiko sangat penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program pembangunan di tingkat kecamatan.
"Kegiatan ini memberikan wawasan yang sangat berharga bagi kami untuk semakin meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan memastikan setiap program pembangunan dapat berjalan sesuai sasaran yang telah ditetapkan," ujarnya.
Ia berharap seluruh aparatur di lingkungan Kecamatan Karang Intan dapat mengimplementasikan prinsip-prinsip manajemen risiko dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
"Kami berharap hasil workshop ini dapat menjadi pedoman dalam memperkuat perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan kegiatan sehingga potensi hambatan dapat diminimalkan sejak awal," harapnya.
Sebagai penegasan, Camat Karang Intan menyatakan komitmennya untuk terus mendorong budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
"Manajemen risiko harus menjadi bagian dari proses kerja organisasi. Dengan perencanaan yang matang dan mitigasi yang tepat, pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Kasubbag Perencanaan, Keuangan dan Aset Kecamatan Karang Intan, Neni Ruyanti, menilai workshop tersebut sangat relevan dengan tugas dan fungsi pengelolaan perencanaan serta keuangan daerah.
"Materi yang disampaikan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya mengidentifikasi dan mengendalikan risiko dalam setiap tahapan perencanaan dan penganggaran," katanya.
Neni berharap seluruh pengelola perencanaan dan keuangan dapat meningkatkan kemampuan dalam menyusun langkah-langkah mitigasi risiko yang tepat.
"Dengan penerapan manajemen risiko yang baik, kualitas perencanaan dan penggunaan anggaran akan semakin efektif, efisien, dan tepat sasaran," harapnya.
Sebagai penegasan, ia menyampaikan bahwa penguatan manajemen risiko harus dilakukan secara berkelanjutan.
"Pengelolaan risiko yang baik akan mendukung terwujudnya akuntabilitas dan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah," tegas Neni.
Salah seorang peserta dari kecamatan lain yang mengikuti workshop tersebut turut mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan.
"Workshop ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman praktis mengenai bagaimana mengidentifikasi dan mengelola risiko dalam pelaksanaan program pembangunan. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah," ungkapnya.
Melalui keikutsertaan dalam workshop ini, Kecamatan Karang Intan menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, memperkuat pengendalian internal, serta mendukung pembangunan daerah yang lebih terencana, akuntabel, dan berkelanjutan.
(IP Kab Banjar Brigade Karang Intan/Hernadi)
