Manajemen Risiko Jadi Fokus, Bapperida Banjar Bersiap
MARTAPURA - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar terus mematangkan persiapan pelaksanaan Workshop Manajemen Risiko Pembangunan Daerah yang dijadwalkan berlangsung pada 8 September 2026. Sebagai bagian dari persiapan, Bapperida Banjar menggelar rapat internal pada Kamis (3/9/2026) siang di Aula Bauntung Lantai III Kantor Bapperida Banjar.
Rapat tersebut dipimpin Plt. Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi (PPE) Bapperida Banjar, Mujahid, dan dihadiri para kepala bidang, Kasubbag pada bidang Sekretariat, Fungsional Perencana Muda, Penata Layanan Operasional pada Bidang PPE, serta sejumlah staf terkait. Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis dan administrasi kegiatan telah dipersiapkan secara matang sebelum pelaksanaan workshop.
Dalam arahannya, Mujahid menekankan bahwa manajemen risiko merupakan bagian penting dalam memastikan proses pembangunan daerah berjalan secara terukur, efektif, dan mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat menghambat pencapaian tujuan.
Menurutnya, risiko dalam pembangunan perlu dikenali dan dikelola sejak awal sehingga setiap perangkat daerah memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul dalam pelaksanaan program dan kegiatan.
Mujahid juga menyampaikan bahwa workshop yang menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan manajemen risiko dalam pembangunan daerah. Kegiatan tersebut direncanakan turut dihadiri Bupati Banjar serta para kepala dinas dan camat, sehingga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, akuntabel, dan berbasis pengelolaan risiko.
Dalam rapat, pembahasan tidak hanya berfokus pada substansi materi workshop, tetapi juga menyangkut kesiapan teknis pelaksanaan kegiatan. Setiap unsur yang terlibat diberikan tugas dan tanggung jawab sesuai bidangnya, mulai dari persiapan tempat, administrasi dan undangan, penerimaan peserta, perlengkapan, dokumentasi, hingga koordinasi dengan narasumber dan tamu undangan.
Pembagian tugas tersebut dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib dan lancar pada hari pelaksanaan. Koordinasi antarbidang juga terus diperkuat untuk memastikan tidak ada kebutuhan yang terlewat, sekaligus mengantisipasi berbagai kendala teknis yang mungkin terjadi selama kegiatan berlangsung.
Melalui Workshop Manajemen Risiko Pembangunan Daerah, Bapperida Banjar diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga mampu mendorong penerapan manajemen risiko secara nyata dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, hingga evaluasi pembangunan daerah. Dengan pengelolaan risiko yang baik, setiap program pembangunan diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran dan memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat.(Ione/Bapperida Banjar)
