Edukasi Keamanan dan Higienitas Makanan bagi Penderita Kanker di RSUD Ratu Zalecha

MARTAPURA, InfoPublik – Mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Banjarmasin berkolaborasi dengan PKRS RSUD Ratu Zalecha memberikan edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga di ruang tunggu Instalasi Rawat Jalan RSUD Ratu Zalecha Martapura, Jumat (4/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.45 WITA tersebut mengangkat tema “Pemilihan Bahan Makanan yang Aman dan Higienis untuk Penderita Penyakit Kanker”.


Dalam penyuluhan, peserta diberikan pemahaman bahwa penderita kanker membutuhkan asupan energi, protein, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya. Selain bergizi, makanan juga perlu dipastikan aman, bersih, higienis, diolah dengan benar, serta disimpan secara tepat karena penderita kanker, terutama yang menjalani pengobatan tertentu, dapat lebih rentan terhadap infeksi.


Peserta juga diedukasi mengenai cara memilih bahan makanan, seperti sayur dan buah yang segar serta tidak busuk atau berjamur, lauk hewani dan telur yang masih dalam kondisi baik, serta makanan kemasan dengan memperhatikan izin edar, label dan tanggal kedaluwarsa. Kebersihan tangan, bahan makanan, peralatan, serta pemisahan makanan mentah dan matang turut ditekankan.


Ketua PKRS RSUD Ratu Zalecha, Dwi Retmasushanty Arsini, mengatakan keamanan makanan perlu menjadi perhatian dalam mendukung kondisi kesehatan penderita kanker. “Kami berharap edukasi ini dapat membantu pasien dan keluarga lebih cermat dalam memilih, mengolah, dan menyimpan makanan. Makanan yang aman dan higienis merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan, terutama bagi pasien yang membutuhkan perhatian lebih terhadap kondisi tubuhnya,” ujarnya.


Selain menghindari makanan mentah atau kurang matang, makanan yang tidak dipasteurisasi, makanan tinggi gula, garam dan lemak, serta makanan yang gosong atau dibakar berlebihan, peserta dianjurkan memilih bahan makanan segar dan menerapkan pengolahan serta penyimpanan yang aman. Kebutuhan makanan bagi pasien dengan kondisi khusus juga perlu dikonsultasikan dengan dokter atau tenaga gizi. (Brigade Humas RAZA)


Komentar