Kecamatan Beruntung Baru Dukung Pemantapan Strategi Sanitasi Kabupaten Banjar 2027–2031
BERUNTUNG BARU – Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Banjar dalam meningkatkan kualitas pembangunan sanitasi melalui pemantapan Dokumen Pembaruan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Tahun 2027–2031.
Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos) Kecamatan Beruntung Baru, Khairil Anwar, dalam kegiatan Ekspose Akhir Kajian Pembaruan SSK yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) bersama Tim Peneliti Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Rabu (2/9/2026).
Kegiatan berlangsung di Aula Bauntung Bapperida Kabupaten Banjar dan diikuti oleh Tim Peneliti Fakultas Teknik ULM, unsur Bapperida, perangkat daerah, serta pemangku kepentingan yang berkaitan dengan pembangunan sanitasi.
Ekspose akhir ini menjadi tahapan penting sebelum dokumen ditetapkan. Melalui forum tersebut, hasil kajian kembali dibahas untuk memperoleh masukan dan memastikan sasaran pembangunan sanitasi yang dirumuskan sesuai dengan kondisi daerah, kebutuhan masyarakat, serta kemampuan pemerintah daerah dalam pelaksanaannya.
Tim peneliti memaparkan sejumlah hasil kajian yang menjadi dasar penyusunan strategi lima tahun mendatang. Pembahasan mencakup tiga bidang utama, yakni air limbah domestik, persampahan, dan drainase lingkungan, termasuk pemetaan berbagai permasalahan serta kebutuhan penanganan di wilayah Kabupaten Banjar.
Pada sektor air limbah domestik, salah satu perhatian utama adalah masih rendahnya proporsi akses sanitasi aman yang saat ini berada pada angka 4,5 persen. Meskipun akses sanitasi layak termasuk akses aman telah mencapai 97 persen, peningkatan kualitas pengelolaan tetap diperlukan agar layanan sanitasi tidak hanya tersedia, tetapi juga memenuhi aspek keamanan dan keberlanjutan.
Beberapa langkah yang diproyeksikan dalam strategi 2027–2031 meliputi peningkatan kualitas tangki septik rumah tangga, perluasan layanan penyedotan lumpur tinja, optimalisasi pengangkutan lumpur tinja ke IPLT, serta pengembangan sistem pengelolaan air limbah domestik. Akses sanitasi aman ditargetkan meningkat secara bertahap hingga 25 persen pada 2031.
Sementara itu, sektor persampahan juga menjadi perhatian. Cakupan layanan pengumpulan sampah yang saat ini berada pada angka 22,5 persen dinilai masih perlu ditingkatkan. Pengelolaan sampah sejak dari sumber menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat untuk memperluas jangkauan pelayanan.
Strategi yang disiapkan mencakup optimalisasi TPA Cahaya Kencana, peningkatan kinerja TPS3R dan Bank Sampah, pengembangan TPST, penambahan sarana pendukung, serta penguatan kapasitas pengelola. Dari sisi masyarakat, upaya pemilahan sampah dari sumber, pemanfaatan kembali, dan peningkatan kesadaran lingkungan juga menjadi bagian dari program yang dirancang.
Dalam forum tersebut, peserta turut memberikan masukan terhadap validitas data, penetapan target pelayanan, wilayah prioritas, pembagian peran antarperangkat daerah, serta kesiapan pembiayaan program. Berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan dokumen sebelum memasuki tahap penetapan.
Kasi Kesos Kecamatan Beruntung Baru, Khairil Anwar, menilai bahwa strategi sanitasi perlu diterjemahkan melalui program yang dapat dilaksanakan hingga tingkat desa sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
«“Strategi yang baik harus didukung pelaksanaan yang terarah sampai ke tingkat desa. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, kecamatan dan pemerintah desa perlu terus diperkuat agar program sanitasi dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi masing-masing wilayah,” ujar Khairil Anwar.»
Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pembangunan sanitasi, khususnya dalam pengelolaan sampah dan pemeliharaan lingkungan.
Hasil pemantapan ini selanjutnya akan menjadi bahan penyempurnaan Dokumen Pembaruan Strategi Sanitasi Kabupaten Banjar 2027–2031. Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bersama dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi pembangunan sanitasi di Kabupaten Banjar.
Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru siap mendukung pelaksanaan strategi tersebut melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan unsur terkait, sehingga pembangunan sanitasi dapat berjalan secara terpadu dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas lingkungan serta kesejahteraan masyarakat. (IP/Beruntung Baru/Brigade Informasi RA)
