Bantuan Nutrisi Berbuah Hasil, GENTING Martapura Catat Progres 85 Persen
- DINAS SOSIAL, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,
- dinsosppkb
- 3
MARTAPURA, Info Publik – Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Kabupaten Banjar terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, pemerintah desa dan kelurahan, kader, tenaga kesehatan, serta keluarga sasaran.
Penguatan tersebut terlihat dalam kegiatan GENTING Kabupaten Banjar Tahun 2026 yang digelar di Aula Kecamatan Martapura, Senin (31/8/2026). Kegiatan diselenggarakan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DINSOSP3AP2KB) Kabupaten Banjar dan difasilitasi Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Martapura beserta jajaran.
Kegiatan diawali paparan Koordinator PKB Kecamatan Martapura, Abd. Sahid, mengenai perkembangan keluarga sasaran penerima bantuan nutrisi GENTING. Dari hasil pemantauan dan pendampingan, progres perkembangan sasaran telah mencapai sekitar 85 persen, yang menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan dukungan nutrisi.
Program GENTING di Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, menjadi salah satu bentuk konkret dukungan tersebut. Berdasarkan data pendampingan, sebanyak 25 keluarga menjadi penerima program, terdiri atas ibu hamil, balita, dan ibu menyusui.
Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar baduta mengalami peningkatan berat badan dari Maret hingga Juli 2026. Secara umum, perkembangan berat badan baduta menunjukkan tren positif, meskipun beberapa sasaran masih memerlukan pemantauan lebih lanjut.
Dukungan tersebut turut diperkuat melalui kolaborasi dengan PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) sebagai orang tua asuh. Perusahaan memberikan bantuan nutrisi berupa 60 butir telur per bulan selama enam bulan bagi keluarga sasaran.
Kepala DINSOSP3AP2KB Kabupaten Banjar, Hj. Erny Wahdini, menyampaikan apresiasi terhadap capaian dan kolaborasi yang telah terbangun dalam pelaksanaan GENTING.
Menurutnya, stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pencegahannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, Tim Pendamping Keluarga, dunia usaha hingga keluarga.
“Capaian 85 persen ini kiranya dapat menjadi contoh dan diadopsi oleh kecamatan lainnya, sehingga gerakan GENTING tidak hanya berjalan di satu wilayah, tetapi dapat semakin luas dan optimal dalam membantu keluarga yang berisiko stunting,” ujar Hj. Erny.
Ia menegaskan, GENTING harus dibangun sebagai gerakan gotong royong dengan menghadirkan kepedulian nyata berbagai pihak untuk membantu keluarga yang memiliki anak berisiko stunting maupun keluarga yang membutuhkan dukungan dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan gizi anak.
Hj. Erny juga mengapresiasi PT Midi Utama Indonesia Tbk yang telah berpartisipasi sebagai mitra dan orang tua asuh. Ia berharap keterlibatan dunia usaha dapat terus berlanjut dan berkembang melalui kemitraan yang lebih luas, tidak hanya dalam bentuk bantuan, tetapi juga edukasi, pemberdayaan keluarga, peningkatan ekonomi keluarga, dan berbagai upaya lain yang mendukung pencegahan stunting.
Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan penyerahan sertifikat penghargaan dari DINSOSP3AP2KB Kabupaten Banjar kepada PT Midi Utama Indonesia Tbk sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan partisipasinya dalam program GENTING.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan nutrisi berupa telur dari PT Midi Utama Indonesia Tbk kepada keluarga berisiko stunting di Kecamatan Martapura. Bantuan diberikan sebanyak 60 butir telur setiap bulan selama enam bulan.
Selain bantuan nutrisi, Hj. Erny menekankan bahwa intervensi GENTING perlu diikuti perubahan perilaku dan pola pengasuhan dalam keluarga. Keluarga penerima manfaat diharapkan memanfaatkan bantuan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung kebutuhan gizi, kesehatan, serta tumbuh kembang anak.
Kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari Endraswari Kusuma Ardani, Ketua Pokja Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Tenaga Lini Lapangan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan.
Paparan tersebut juga menyasar unsur pemerintahan di tingkat desa dan kelurahan. Pembakal, lurah, serta aparat desa yang hadir didorong untuk mengambil peran dalam memperluas dukungan GENTING, antara lain dengan menarik donatur di wilayah masing-masing serta melakukan advokasi agar peran GENTING dapat dioptimalkan.
Keterlibatan pembakal, lurah dan aparat desa dinilai penting karena keberlanjutan GENTING membutuhkan dukungan di tingkat wilayah. Dengan demikian, keluarga sasaran tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh pendampingan dan dukungan secara berkelanjutan.
Melalui keterlibatan aktif pemerintah desa dan kelurahan, dunia usaha, kader, tenaga kesehatan, serta masyarakat, Kabupaten Banjar terus mendorong agar intervensi kepada keluarga berisiko stunting dilakukan secara berkelanjutan.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan Kepala DINSOSP3AP2KB Kabupaten Banjar agar seluruh pihak terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan Kabupaten Banjar yang semakin sehat serta memiliki generasi yang berkualitas.
Agusto/Adam/Dinsos P3AP2KB Kab.Banjar
