Monev PATBM Tiga Kecamatan di Kabupaten Banjar Perkuat Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat
Beruntung Baru, 19 Agustus 2026 — Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Aula Kecamatan Beruntung Baru, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan yang diikuti pengurus dan kader PATBM dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Beruntung Baru, Tatah Makmur, dan Aluh Aluh, tersebut dibuka oleh Sekretaris Kecamatan Beruntung Baru, Bapak Muhammad Kaspul Anwar. Pembukaan kegiatan menandai dimulainya evaluasi dan penguatan peran PATBM dalam upaya perlindungan anak di tingkat desa.
Monev dilaksanakan sebagai upaya mengoptimalkan kembali peran dan efektivitas PATBM dalam melakukan pencegahan serta merespons kasus kekerasan terhadap anak dan mendukung pemenuhan hak-hak anak di tingkat desa.
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Merilu Ripner, menegaskan bahwa kader PATBM memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam perlindungan anak di tengah masyarakat.
“PATBM merupakan garda terdepan yang bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam upaya perlindungan anak di desa. Keberadaannya bukan sekadar pelengkap administrasi atau papan nama, melainkan harus menjadi mata, telinga, dan tangan pemerintah di tingkat akar rumput untuk melakukan deteksi dini serta pencegahan kekerasan,” ujar Merilu.
Dalam kegiatan tersebut, DP3KB Provinsi Kalimantan Selatan turut memberikan pendampingan melalui materi teknis dan penguatan kapasitas kelembagaan PATBM. Narasumber dari DP3KB Provinsi Kalsel, EM Indri, menekankan pentingnya pembagian tugas yang jelas serta pengelolaan alur pengaduan kasus yang ramah terhadap anak.
“Setiap kader PATBM harus memahami prosedur awal penanganan kasus, mulai dari pencegahan hingga alur rujukan. Pendataan yang rapi di tingkat desa serta koordinasi yang solid dengan pemerintah daerah adalah kunci utama agar penanganan masalah anak dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan tetap menjaga hak privasi anak,” jelas EM Indri.
Para peserta dari tiga kecamatan mengikuti kegiatan dengan antusias. Dalam forum evaluasi, peserta membahas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, gagasan program penjangkauan masyarakat, hingga strategi pencegahan pernikahan usia anak.
Ketua PATBM Desa Mekar Sari, Jarkani, mengapresiasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut karena memberikan arahan yang lebih jelas bagi pengurus PATBM di tingkat desa.
“Kegiatan monev ini sangat membantu kami di desa untuk mengevaluasi apa saja program yang sudah berjalan dan mana yang masih perlu diperbaiki. Kami jadi lebih paham cara melangkah dalam menangani aduan masyarakat, sekaligus terpacu untuk terus mengedukasi warga agar Desa Mekar Sari makin aman dan ramah bagi anak-anak,” ungkap Jarkani.
Melalui pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala, Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru dan Pemerintah Kabupaten Banjar berharap sinergi antara kader PATBM, pemerintah desa, kecamatan, serta perangkat daerah terkait semakin kuat. Penguatan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Banjar sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) secara berkelanjutan (IP/Beruntung Baru/Brigade Informasi RA)
