Dari Limbah Organik ke Ruang Hijau, Siswa SMPN 1 Martapura Sukses Sulap Kompos Mandiri Jadi Media Tanam Sekolah
MARTAPURA, InfoPublik – Sampah organik yang selama ini dipandang sebagai limbah berhasil dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai oleh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Martapura. Dalam kegiatan kokurikuler berbasis lingkungan, para siswa menggunakan pupuk kompos hasil olahan sendiri sebagai media tanam untuk menghijaukan lingkungan sekolah. (18/8/2026)
Kegiatan berlangsung penuh antusias dengan melibatkan seluruh siswa kelas IX bersama wali kelas masing-masing. Berbekal cangkul kecil, wadah tanam, serta kompos yang telah diproses selama beberapa pekan, siswa bergotong royong menyiapkan media tanam dan menanam berbagai jenis tanaman hias serta sayuran di area ruang hijau sekolah.
Aktivitas tersebut menjadi bentuk pembelajaran nyata atau learning by doing bagi peserta didik. Pengetahuan mengenai pengolahan sampah organik dan proses daur ulang yang diperoleh dalam pembelajaran diterapkan secara langsung melalui kegiatan menyiapkan kompos hingga menggunakannya sebagai media pertumbuhan tanaman.
Kepala SMPN 1 Martapura, Yatim Dwi Margono, M.Pd., mengapresiasi antusiasme siswa dan wali kelas dalam kegiatan tersebut. “Saya sangat bangga melihat antusiasme dan kegembiraan para siswa kelas IX beserta wali kelas dalam kegiatan kokurikuler ini. Pemanfaatan kompos buatan sendiri menjadi media tanam bukan sekadar praktik lingkungan, tetapi bentuk nyata pembelajaran berbasis aksi,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah dapat memberikan manfaat langsung bagi lingkungan. “Ini membuktikan bahwa ilmu yang dipelajari di kelas dapat menghasilkan manfaat langsung bagi keindahan dan kelestarian sekolah kita,” tambah Yatim.
Semangat gotong royong terlihat ketika para siswa bekerja sama menyiapkan media tanam, mengisi wadah, hingga menanam dan menata tanaman di ruang hijau sekolah. Selain memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini juga mendorong kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, serta kepedulian terhadap kebersihan di kalangan peserta didik.
SMPN 1 Martapura berharap pengalaman tersebut dapat membentuk kebiasaan positif yang berkelanjutan. Siswa diharapkan mampu menerapkan keterampilan mengolah limbah organik dan menjaga lingkungan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah, sehingga kepedulian terhadap lingkungan tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
