Pengabdian ULM Dorong Pengembangan Madu Kelulut di Desa Pandan Sari

Pandan Sari — Pengembangan potensi ekonomi berbasis sumber daya alam terus didorong di Desa Pandan Sari, Kecamatan Tatah Makmur. Salah satunya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemecahan sarang madu kelulut yang dilaksanakan di Balai Kemasyarakatan Desa Pandan Sari, Selasa (18/8/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari inisiatif pengembangan potensi desa melalui budidaya lebah kelulut. Selain mendorong peningkatan produksi madu, program ini diarahkan untuk memperkuat kelembagaan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun kelompok tani.


Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Wahyudin Nor, menilai Desa Pandan Sari memiliki kondisi yang sangat mendukung untuk pengembangan lebah kelulut. Keberadaan mangrove air tawar menjadi salah satu keunggulan wilayah tersebut karena dapat menyediakan sumber pakan alami bagi lebah.


“Lokasinya sangat bagus untuk pengembangan karena banyak terdapat mangrove,” ujar Wahyu.


Menurutnya, pengembangan madu kelulut tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan produksi. Fakultas Ekonomi ULM juga mendorong penguatan tata kelola usaha dan sistem akuntansi agar usaha madu yang dikembangkan masyarakat dapat dikelola secara profesional, transparan, serta memiliki perencanaan keuangan yang baik.


Wahyu menjelaskan, kegiatan survei dan pengabdian terkait pengembangan madu kelulut sebelumnya telah dilakukan di Kecamatan Tatah Makmur, tepatnya di Desa Mekar Sari, sejak 2024.


Hasil madu kelulut dari wilayah tersebut bahkan telah diperiksa di laboratorium dan menunjukkan kualitas yang sangat baik. Madu yang dihasilkan dari lingkungan mangrove dinilai memiliki kualitas yang lebih unggul dibandingkan madu yang bersumber dari bunga.


“Untuk hasil madu kelulut di Mekar Sari kemarin, sudah kita periksakan ke laboratorium dan hasilnya sangat baik. Hasil madu dari mangrove itu kualitasnya lebih bagus dari bunga,” terang Wahyu.


Ia menambahkan, proses pengabdian tersebut akan terus berlanjut dengan menyasar wilayah lain yang memiliki potensi serupa. Salah satunya Desa Bangkal Tengah yang lokasinya bersebelahan dengan Desa Mekar Sari.


Dalam kegiatan kali ini, pihak ULM juga menyerahkan sebanyak 10 kotak tempat madu kelulut sebagai bantuan bagi masyarakat Desa Pandan Sari. Bantuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas budidaya sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.


“Untuk kali ini kami kembali menyerahkan 10 kotak tempat madu kelulut sebagai bantuan bagi masyarakat di Desa Pandan Sari,” tuturnya.


Pambakal Desa Pandan Sari Yanto Sudarmanto menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ULM yang telah memilih Desa Pandan Sari sebagai salah satu lokasi pengelolaan dan pengembangan usaha madu kelulut.


Menurutnya, potensi lebah kelulut sangat layak dikembangkan karena selain memanfaatkan kekayaan alam desa, usaha tersebut juga berpeluang menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.


Ia berharap pengembangan madu kelulut dapat terus berlanjut sehingga memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi warga.


“Semoga kegiatan ini bisa terus berkembang dan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat,” harapnya.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Tatah Makmur H. Wahyudi Rahmat, akademisi ULM, mahasiswa, perwakilan Pemerintah Desa Mekar Sari dan Desa Bangkal Tengah, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh masyarakat.


Camat Tatah Makmur H. Wahyudi Rahmat yang membuka kegiatan tersebut berharap pengembangan usaha madu kelulut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat di tiga desa. Menurutnya, potensi ekonomi lokal perlu dikelola secara bersama agar kekayaan alam yang dimiliki desa tidak hanya menjadi potensi semata, tetapi mampu diolah menjadi sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Ia menilai penguatan kelembagaan, tata kelola, dan pencatatan keuangan menjadi bagian penting dalam menjadikan budidaya madu kelulut sebagai usaha ekonomi desa yang berkelanjutan.


Dengan dukungan BUMDes maupun kelompok tani, usaha madu kelulut diharapkan dapat berkembang dari kegiatan sederhana menjadi sektor usaha produktif yang mampu menciptakan pendapatan baru bagi masyarakat.


Mangrove air tawar di Desa Pandan Sari pun kini bukan sekadar bentang alam. Di balik ekosistem tersebut, lebah-lebah kelulut menghadirkan peluang manis bagi masa depan ekonomi masyarakat Kecamatan Tatah Makmur.(IP Kab. Banjar/Brigade Tatah Makmur/Zainurrahman)


Komentar