SMPN 1 Telaga Bauntung Terapkan SE Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Gawai
TELAGA BAUNTUNG, InfoPublik – SMP Negeri 1 Telaga Bauntung mulai menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan, Kamis (16/7/2026). Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, meningkatkan fokus peserta didik, serta memperkuat pembentukan karakter di era digital.
Penerapan kebijakan dilakukan secara bijaksana dengan tetap memperhatikan kebutuhan pembelajaran. Sekolah memberikan pengecualian penggunaan gawai apabila diintegrasikan dalam proses belajar oleh guru, dimanfaatkan sebagai perangkat pendukung bagi peserta didik berkebutuhan khusus, maupun digunakan dalam kondisi darurat atas izin dan pengawasan pihak sekolah.
Kebijakan ini juga merupakan bentuk komitmen sekolah dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab. Dengan pengaturan yang jelas, penggunaan gawai tetap diarahkan untuk mendukung pembelajaran berbasis literasi digital, numerasi, maupun kegiatan proyek yang relevan dengan kurikulum, tanpa mengurangi interaksi sosial antarpeserta didik.
Kepala SMPN 1 Telaga Bauntung, Sugeng Riyanto, S.Pd., mengatakan, "Kami di SMPN 1 Telaga Bauntung sangat mendukung dan siap mengawal penuh SE Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 ini. Bahkan jauh sebelum surat edaran ini terbit, sekolah kami sudah menerapkan pembatasan gawai secara mandiri berdasarkan faktor-faktor risiko tertentu. Walaupun kami sekolah di wilayah pelosok, kami berkomitmen melaksanakan pembelajaran mendalam berbasis teknologi digital. Kuncinya ada pada kontrol; gawai diletakkan saat tidak diperlukan, dan digunakan kembali secara bertanggung jawab ketika guru memerlukannya untuk mendukung pembelajaran," ujar Sugeng Riyanto.
Pada hari pertama pelaksanaan, kebijakan tersebut berjalan dengan tertib. Suasana sekolah terlihat lebih kondusif dengan meningkatnya interaksi antarpeserta didik saat waktu istirahat, sementara proses pembelajaran tetap berlangsung optimal karena penggunaan perangkat digital dilakukan sesuai kebutuhan dan arahan guru.
Komitmen SMPN 1 Telaga Bauntung menunjukkan bahwa implementasi kebijakan nasional dapat dijalankan secara efektif di seluruh satuan pendidikan, termasuk di wilayah pelosok. Melalui pengelolaan penggunaan gawai yang seimbang, sekolah berharap dapat membentuk budaya belajar yang disiplin, memperkuat karakter peserta didik, serta menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan nilai-nilai sosial dan etika.
