Disdik Banjar Gelar Kolaborasi PTK Antar Sekolah, Dalam Rangka Perkembangan Praktik Baik dan Kinerja Berbasis Kombel
BANJARBARU, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar melalui Bidang Pembinaan SMP menggelar Kegiatan Kolaborasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Antar Sekolah dalam rangka Pengembangan Praktik Baik dan Kinerja Berbasis Komunitas Jenjang SMP Kabupaten Banjar Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 15–16 Juli 2026 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan ini diikuti sebanyak 120 peserta yang terdiri atas 97 Guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan 23 Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dari SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Banjar.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Selatan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (FKIP ULM) Banjarmasin, serta BPMP Provinsi Kalimantan Selatan. Forum ini menjadi wadah penguatan kompetensi guru melalui berbagi praktik baik, refleksi pembelajaran, diskusi, dan kolaborasi antarsatuan pendidikan sebagai bagian dari pengembangan profesional berkelanjutan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny, S.T., M.S., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital, kecerdasan artifisial, serta perubahan karakteristik peserta didik menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan beradaptasi. Menurutnya, kolaborasi merupakan kunci dalam membangun ekosistem pembelajaran yang mampu menjawab tantangan pendidikan masa kini.
"Kita berkumpul bukan sekadar mengikuti sebuah kegiatan formal, tetapi untuk membangun ekosistem belajar bersama. Kita berbagi praktik baik, pengalaman, solusi, bahkan tantangan yang dihadapi di sekolah masing-masing. Sekolah yang hebat lahir dari guru-guru yang terus belajar, dan guru yang hebat lahir dari budaya kolaborasi yang kuat," ujar Hj. Liana Penny.
Ia juga menekankan bahwa guru IPS maupun guru PJOK memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik. Guru IPS diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang kontekstual untuk menumbuhkan wawasan kebangsaan, kepedulian sosial, serta kemampuan berpikir kritis. Sementara itu, guru PJOK menjadi garda terdepan dalam membangun budaya hidup sehat, disiplin, sportivitas, dan ketangguhan peserta didik di tengah tantangan gaya hidup yang semakin pasif akibat perkembangan teknologi.
Melalui pelaksanaan dua Komunitas Belajar, yakni Komunitas Guru IPS dan Komunitas Guru PJOK jenjang SMP Kabupaten Banjar, kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan praktik baik, perangkat pembelajaran, serta rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan dan direplikasi di berbagai satuan pendidikan. Selain itu, forum ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat budaya belajar dan kolaborasi antarguru guna meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.
Hj. Liana Penny berharap kolaborasi yang terbangun selama kegiatan tidak berhenti setelah pelaksanaan selesai, melainkan terus berlanjut melalui komunitas belajar, kelompok kerja, forum diskusi, maupun berbagai platform digital. "Peningkatan kompetensi guru merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan Kabupaten Banjar. Ilmu, praktik baik, dan inovasi yang dibangun hari ini akan memberikan dampak besar bagi lahirnya sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan," pungkasnya.
