Menuju Panen Optimal, BPP Mataraman Bahas Penanganan Hama Tikus Bersama Penyuluh Swadaya

MATARAMAN – InfoPublik – Dalam upaya meningkatkan koordinasi dan efektivitas pengendalian organisme pengganggu tanaman di wilayah Kecamatan Mataraman, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mataraman, Yoyo, melaksanakan diskusi terkait penanganan hama tikus bersama Penyuluh Pertanian (PP) Swadaya Kecamatan Mataraman, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di BPP Mataraman tersebut dihadiri oleh sejumlah penyuluh pertanian swadaya dari berbagai desa di Kecamatan Mataraman. Diskusi dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi serangan hama tikus yang dapat mengancam pertumbuhan tanaman padi dan berdampak pada penurunan hasil produksi pertanian.

Dalam arahannya, Kepala BPP Mataraman Yoyo menyampaikan bahwa hama tikus masih menjadi salah satu ancaman utama bagi petani, khususnya pada lahan persawahan yang sedang memasuki fase pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, diperlukan langkah penanganan yang terencana, terpadu, dan melibatkan seluruh unsur pertanian di tingkat lapangan.

“Hama tikus tidak bisa ditangani secara parsial. Diperlukan kerja sama seluruh petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, serta pemerintah desa agar pengendalian dapat dilakukan secara serentak dan memberikan hasil yang maksimal,” ujarnya.

Dalam forum diskusi tersebut, para peserta membahas berbagai strategi pengendalian hama tikus, mulai dari pengamatan populasi dan tingkat serangan di lapangan, pelaksanaan gropyokan massal, sanitasi lingkungan persawahan, penutupan sarang tikus, hingga pengendalian yang ramah lingkungan sesuai prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

Selain itu, para penyuluh pertanian swadaya juga menyampaikan kondisi terkini di wilayah binaan masing-masing, termasuk tantangan yang dihadapi petani dalam mengendalikan populasi tikus. Berbagai masukan dan pengalaman lapangan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Yoyo menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi serangan hama melalui pemantauan rutin di areal persawahan. Menurutnya, semakin cepat gejala serangan diketahui, maka semakin besar peluang untuk menekan kerusakan tanaman dan menghindari kerugian bagi petani.

Melalui kegiatan diskusi ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara BPP Mataraman dan para penyuluh pertanian swadaya dalam mendampingi petani menghadapi ancaman hama tikus. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan di Kecamatan Mataraman.

Kegiatan berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan dan menghasilkan sejumlah rekomendasi tindak lanjut yang akan diterapkan di lapangan sebagai upaya pengendalian hama tikus secara berkelanjutan.(IP/BRIGADE MATARAMAN/DIDI)


Komentar